Senin, 13 Jul 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Pimpin PMKRI Atambua Periode 2026/2027, Simplysius Imanuel Mau : Tegaskan Komitmen Perkuat Kaderisasi dan Soliditas Organisasi
Kader Diajak Bersatu Bangun Organisasi Pasca-RUAC Istimewa.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 13 Jul 2026 - Views: 42
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto: Ketua Presidium PMKRI Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II Periode 2026–2027, Simplysius Imanuel Mau, usai ditetapkan dalam Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) Istimewa, Sabtu (11/7/2026), di Atambua. ( Dokumentasi : Koka Masan // Lidah Rakyat )

LIDAHRAKYAT.COM — ATAMBUA,— Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St. Yohanes Paulus II resmi memiliki nahkoda baru. Melalui Rapat Umum Anggota Cabang (RUAC) Istimewa, Simplysius Imanuel Mau ditetapkan sebagai Mandataris RUAC, Formatur Tunggal sekaligus Ketua Presidium PMKRI Cabang Atambua periode 2026–2027.

Penetapan tersebut merupakan hasil keputusan forum tertinggi organisasi yang berlangsung secara demokratis dengan mengedepankan musyawarah, semangat persaudaraan, dan tanggung jawab seluruh peserta sidang.

Terpilihnya Simplysius menandai dimulainya babak baru kepemimpinan PMKRI Cabang Atambua. Amanah yang diberikan forum diharapkan mampu memperkuat konsolidasi internal organisasi sekaligus menjawab tantangan kaderisasi di tengah dinamika kehidupan mahasiswa dan masyarakat.

Dalam pernyataan perdananya, Simplysius menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi pada periode mendatang.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta RUAC Istimewa, para senior, alumni, serta seluruh anggota PMKRI Cabang Atambua yang telah menjaga jalannya forum hingga menghasilkan keputusan secara demokratis.

Menurutnya, setiap perbedaan pandangan yang muncul selama proses persidangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan organisasi dan menjadi kekuatan dalam membangun tradisi demokrasi yang sehat.

Karena itu, ia mengajak seluruh kader, khususnya mereka yang terlibat dalam dinamika RUAC Istimewa, untuk mengakhiri seluruh perbedaan setelah forum selesai dan kembali bersatu membangun organisasi.

"Perbedaan pendapat saat proses dinamika RUAC berjalan merupakan hal yang normal dan menjadi kekayaan organisasi. Karena itu saya mengajak kita semua, terutama yang berproses dalam RUAC Istimewa ini, untuk bergandengan tangan dan bekerja bersama demi kemajuan organisasi ke depan," ujar Simplysius.

Ia menegaskan, kepengurusan baru akan memprioritaskan penguatan kaderisasi, mempererat konsolidasi internal, serta meningkatkan kapasitas organisasi agar semakin relevan dalam menjawab berbagai persoalan sosial, kemasyarakatan, dan kebangsaan.

Selain memperkuat internal organisasi, PMKRI Cabang Atambua juga diharapkan terus memainkan peran sebagai mitra kritis pemerintah, Gereja, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal pembangunan serta memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui gagasan yang konstruktif.

Dengan kepemimpinan baru tersebut, seluruh kader, alumni, dan keluarga besar PMKRI Cabang Atambua diharapkan mampu memperkuat solidaritas, menjaga semangat Pro Ecclesia et Patria, serta bersama-sama menghadirkan organisasi yang lebih maju, berdaya saing, dan semakin bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di Kabupaten Belu dan Indonesia pada umumnya. (*)

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil