LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMENANU,— Rencana Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menjalin kerja sama pertukaran pelajar dengan Australia mendapat dukungan dari Ketua Fraksi PKB DPRD TTU, Mikhael Melki Lopez. Program tersebut dinilai dapat membuka ruang baru bagi peningkatan kualitas pendidikan sekaligus pengembangan sumber daya manusia (SDM) generasi muda di daerah.
Dukungan itu disampaikan Melki menyusul rencana Bupati TTU Yoseph Falentinus Dellasale Kebo untuk membangun kerja sama pendidikan dengan Australia melalui program pertukaran pelajar.
Menurut Melki, kerja sama dengan Australia merupakan peluang strategis karena negara tersebut memiliki sistem pendidikan dan pengembangan SDM yang dinilai maju. Karena itu, kesempatan bagi pelajar TTU untuk mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan pendidikan Australia dianggap dapat memberikan manfaat jangka panjang.
“Australia adalah negara yang sudah sangat maju dalam berbagai bidang. Rencana ini merupakan langkah visioner yang sangat baik dan perlu kita dukung,” ujar Melki saat diwawancarai wartawan di Gedung DPRD TTU, Selasa, (1/9/2026).
Ia menilai, program pertukaran pelajar tidak sekadar memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar di luar negeri, tetapi juga dapat memperluas wawasan, pengalaman, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman terhadap perkembangan dunia pendidikan dan teknologi.
Melki berharap, apabila kerja sama tersebut terealisasi, pemerintah daerah dapat menyiapkan mekanisme yang transparan sehingga kesempatan mengikuti program benar-benar diberikan kepada pelajar yang memenuhi persyaratan dan memiliki potensi untuk berkembang.
Selain sektor pendidikan, Melki juga mendorong agar peluang kerja sama dengan Australia diperluas ke bidang ketenagakerjaan. Menurutnya, hubungan antardaerah atau antarnegara seharusnya tidak berhenti pada pertukaran pengetahuan, tetapi dapat diarahkan pada peningkatan peluang ekonomi bagi masyarakat.
Ia menyebut Australia memiliki standar upah yang relatif tinggi, termasuk untuk sejumlah jenis pekerjaan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu alasan banyak warga asal TTU memiliki keinginan untuk mencari peluang kerja di negara tersebut.
“Selama ini banyak putra-putri daerah asal TTU yang memiliki keinginan untuk bekerja di Australia, tetapi masih terkendala berbagai hal, terutama administrasi. Karena itu, kita berharap kerja sama di bidang ketenagakerjaan juga dapat dibangun untuk memudahkan mereka ke depannya,” kata legislator asal Daerah Pemilihan TTU IV tersebut.
Melki menegaskan, kerja sama TTU dengan Australia harus diarahkan pada program yang memberikan manfaat konkret bagi masyarakat. Ia berharap rencana pertukaran pelajar dapat menjadi pintu masuk bagi kerja sama yang lebih luas, baik dalam bidang pendidikan, peningkatan kapasitas SDM maupun ketenagakerjaan.
Dengan dukungan dari DPRD dan berbagai pihak, rencana tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat dipersiapkan secara matang melalui kerja sama antarlembaga. Jika terealisasi, program TTU-Australia diharapkan mampu membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda TTU untuk belajar, berkembang dan bersaing di tingkat global. (*)
Editor: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil