Rabu, 02 Sep 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Bupati TTU Salurkan Bantuan Ternak untuk Pemberdayaan Warga Komunitas Adat Terpencil
Pemkab TTU dorong kemandirian ekonomi warga KAT melalui bantuan ternak.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 02 Sep 2026 - Views: 73
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto: Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo menyerahkan bantuan ternak kambing kepada kelompok Komunitas Adat Terpencil (KAT) di Desa Bakitolas dan Desa Tainsala, Selasa (1/9/2026). (Doc : Ist)

LIDAHRAKYAT.COM — TIMOR TENGAH UTARA,— Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), terus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat Komunitas Adat Terpencil (KAT). Salah satunya melalui penyaluran bantuan ternak kambing kepada kelompok masyarakat di dua desa, Selasa (1/9/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati TTU, Yoseph Falentinus Delasalle Kebo kepada dua kelompok penerima, yakni Kelompok KAT Kuanek di Desa Bakitolas, Kecamatan Naibenu, dan Kelompok KAT Mausak di Desa Tainsala, Kecamatan Insana Tengah.

Masing-masing kelompok mendapatkan 10 ekor kambing. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi 10 kepala keluarga (KK) penerima manfaat di setiap desa sebagai bagian dari upaya pemerintah membuka ruang usaha produktif bagi masyarakat KAT.

Program ini merupakan stimulan pemberdayaan sosial yang disalurkan Pemerintah Kabupaten TTU melalui Dinas Sosial. Bantuan ternak diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan konsumtif, tetapi dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan keluarga secara berkelanjutan.

Bupati TTU meminta kelompok penerima menjaga dan mengelola ternak tersebut secara bertanggung jawab. Menurut dia, bantuan yang diberikan pemerintah harus dipandang sebagai modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi keluarga.

“Bantuan ini jangan hanya dilihat sebagai pemberian ternak semata, tetapi harus menjadi modal awal bagi bapak dan ibu untuk bekerja, berkembang, dan membangun kemandirian ekonomi keluarga,” ujar Bupati Falent.

Ia berharap ternak kambing yang diterima dapat dipelihara dan dikembangbiakkan sehingga jumlah ternak terus bertambah. Dengan demikian, bantuan tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang sekaligus membantu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan keluarga penerima.

Bupati Falent juga menegaskan bahwa pemerintah akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan bagi masyarakat. Namun, keberhasilan program tersebut sangat ditentukan oleh keseriusan masyarakat dalam memanfaatkan dan mengelola bantuan yang diterima.

“Pemerintah akan terus hadir melalui berbagai program pemberdayaan, tetapi keberhasilan bantuan ini sangat bergantung pada keseriusan dan kemauan masyarakat untuk mengelolanya dengan baik,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten TTU Yanuarius Makun Tnobi mengatakan bantuan kambing tersebut merupakan salah satu bentuk stimulan untuk memperkuat kemandirian ekonomi warga KAT. Program itu diharapkan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

Menurut Yanuarius, pemberdayaan masyarakat KAT tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung perlindungan hak, pemenuhan kebutuhan dasar, integrasi sosial, serta peningkatan kapasitas dan kemandirian masyarakat.

Pemerintah Kabupaten TTU berharap bantuan ternak tersebut dapat menjadi titik awal pengembangan potensi ekonomi warga KAT. Melalui pengelolaan yang baik dan dukungan lintas sektor, program ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima di wilayah tersebut. (*)

 

Editor: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil