Selasa, 21 Jul 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Diterima Bupati Falent Kebo, 251 Mahasiswa Unwira Kupang Siap Mengabdi di 17 Desa TTU
Bupati TTU mendorong mahasiswa hadir membawa gagasan dan perubahan.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 20 Jul 2026 - Views: 154
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto: Bupati Timor Tengah Utara, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., berfoto bersama 251 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang yang akan melaksanakan KKN di 17 desa pada enam kecamatan di Kabupaten TTU, Jumat (17/7/2026). (Dokumentasi : Koka Masan // Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM — TIMOR TENGAH UTARA,— Ada sebanyak 251 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang resmi diterima Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) untuk menjalankan misi pengabdian melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN). Penerimaan mahasiswa berlangsung di Alun-alun Kantor Bupati TTU, Jumat (17/7/2026).

Ratusan mahasiswa tersebut tidak sekadar datang ke TTU untuk menjalankan kewajiban akademik. Mereka akan ditempatkan di tengah masyarakat, berhadapan langsung dengan dinamika kehidupan desa, sekaligus ditantang untuk mengubah pengetahuan yang diperoleh di ruang kuliah menjadi gagasan yang dapat dirasakan manfaatnya.

Sebanyak 17 desa yang tersebar di enam kecamatan menjadi lokasi pengabdian para mahasiswa. Di tempat-tempat inilah mereka akan berinteraksi dengan masyarakat, pemerintah desa, pelaku usaha, serta berbagai kelompok yang menjadi bagian penting dari denyut pembangunan daerah.

Kehadiran mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi pengembangan potensi desa. Ilmu ekonomi yang mereka miliki diharapkan tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat diterapkan untuk membaca peluang, memperkuat usaha masyarakat, dan mendorong pengelolaan potensi lokal secara lebih kreatif dan produktif.

Bagi pemerintah daerah, KKN merupakan ruang kolaborasi yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan nyata masyarakat. Desa membutuhkan pengetahuan dan inovasi, sementara mahasiswa membutuhkan ruang untuk menguji ilmu, membangun pengalaman, dan memahami realitas sosial secara langsung.

Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., mengajak seluruh mahasiswa menjadikan pelaksanaan KKN sebagai pengalaman penting dalam perjalanan akademik dan kehidupan mereka.

Bupati Falent menegaskan, mahasiswa harus mampu belajar dari masyarakat. Sebab, masyarakat desa memiliki pengalaman, pengetahuan, serta kearifan yang tidak selalu ditemukan di dalam ruang kuliah.

Karena itu, para mahasiswa diminta membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pemerintah desa serta masyarakat. Kehadiran mereka diharapkan bukan sebagai kelompok yang datang membawa program secara sepihak, melainkan sebagai mitra yang mau mendengar, memahami, dan bekerja bersama masyarakat.

Pesan lain yang ditekankan adalah pentingnya menghormati budaya dan adat istiadat setempat. Bagi Bupati TTU, pengabdian tidak akan bermakna apabila mahasiswa gagal memahami nilai-nilai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tempat mereka tinggal dan bekerja.

Setiap program kerja yang dirancang juga diharapkan memiliki manfaat yang nyata dan berkelanjutan. Program KKN tidak boleh hanya selesai ketika mahasiswa meninggalkan desa, tetapi harus mampu meninggalkan pengetahuan, keterampilan, atau gagasan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.

Dengan jumlah 251 mahasiswa, KKN Unwira Kupang di TTU memiliki potensi menjadi kekuatan besar apabila dikelola melalui kolaborasi yang kuat. Energi anak muda, pengetahuan akademik, dan pengalaman masyarakat dapat dipertemukan untuk melahirkan berbagai inovasi pembangunan dari desa.

Kini, para mahasiswa tersebut akan memulai perjalanan pengabdian di 17 desa. Mereka datang membawa ilmu, tetapi diharapkan pulang membawa pengalaman; mereka datang untuk belajar, tetapi juga dituntut untuk memberi; dan yang paling penting, mereka diharapkan tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga meninggalkan perubahan.

Pemerintah Kabupaten TTU menyambut baik kehadiran para mahasiswa dan berharap pelaksanaan KKN dapat memberikan kontribusi positif bagi pembangunan serta pemberdayaan masyarakat. Sebab, masa depan desa tidak hanya dibangun melalui kebijakan pemerintah, tetapi juga melalui kolaborasi, pengetahuan, inovasi, dan keberanian generasi muda untuk terlibat secara langsung.

Selamat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata. Semoga 251 mahasiswa Unwira Kupang mampu menjadikan setiap desa sebagai ruang pengabdian, setiap persoalan sebagai pelajaran, dan setiap langkah sebagai kontribusi bagi kemajuan masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara. (*)

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil