LIDAHRAKYAT.COM—KEFAMENANU,— Nama Yosep Falentinus Delasalle Kebo kini mencuat sebagai Bupati Timor Tengah Utara periode 2025–2030. Sosok ini tidak datang dari jalur politik murni, melainkan dari dunia militer dengan spesialisasi intelijen strategis yang kuat. Ia lahir di Wini pada 10 Februari 1977. Masa kecil dan pendidikannya sempat dijalani di Dili sebelum akhirnya memilih jalur militer sebagai bentuk pengabdian kepada negara.
Langkah awal karier militernya dimulai ketika ia diterima di Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia dan lulus pada tahun 1999. Dari sinilah fondasi disiplin dan kepemimpinannya mulai terbentuk. Tak hanya mengandalkan pendidikan militer, Yosep juga memperkuat kapasitas akademiknya. Ia meraih gelar S1 Hubungan Internasional dari Universitas Pasundan.
Pendidikan lanjutannya ditempuh hingga ke luar negeri, yakni S2 Strategi dan Kebijakan di The University of New South Wales. Kombinasi pendidikan ini memperkaya perspektifnya dalam bidang keamanan dan kebijakan publik.
Dalam perjalanan kariernya, Yosep dikenal sebagai perwira dengan keahlian di bidang intelijen. Ia banyak bertugas di lingkungan Badan Intelijen Strategis, salah satu institusi penting dalam sistem pertahanan Indonesia. Sejumlah posisi strategis pernah diembannya, mulai dari perwira analisis intelijen ekonomi hingga komandan tim intelijen. Ia juga dipercaya memimpin unit dalam Badan Kontra Intelijen dan terlibat dalam operasi intelijen tingkat tinggi.
Pengalaman internasional turut memperkaya kariernya. Ia pernah menjalankan tugas di berbagai negara seperti Singapura, Inggris, Spanyol, China, dan Australia, yang memperluas wawasan geopolitiknya.
Di dalam negeri, ia terlibat dalam operasi di wilayah konflik seperti Poso dan Papua. Penugasan ini menuntut ketahanan mental tinggi serta kemampuan analisis situasi yang tajam. Setelah lebih dari dua dekade mengabdi, Yosep mencapai pangkat Mayor di TNI Angkatan Darat. Jabatan terakhirnya berada di lingkup intelijen strategis sebelum akhirnya mengambil keputusan besar untuk pensiun dini.
Keputusan tersebut diambil bukan tanpa alasan. Ia memilih kembali ke kampung halamannya di Timor Tengah Utara dengan tujuan membangun daerah dan membantu masyarakat secara langsung. Sepulangnya dari militer, ia mendirikan gerakan sosial Beta Timor. Melalui organisasi ini, Yosep aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu warga kurang mampu dan menyediakan layanan sosial bagi masyarakat pelosok.
Aksi nyata ini menjadi jembatan menuju dunia politik. Kedekatannya dengan masyarakat serta rekam jejak pengabdian sosial memperkuat kepercayaan publik terhadap dirinya. Puncaknya, Yosep terpilih sebagai Bupati Timor Tengah Utara dan resmi dilantik pada 20 Februari 2025. Kepemimpinannya dikenal tegas, mencerminkan latar belakang militernya.
Kini, sebagai kepala daerah, Yosep Falentinus Delasalle Kebo menggabungkan disiplin militer, pengalaman intelijen, dan kepedulian sosial dalam menjalankan pemerintahan. Perjalanan Yosep menjadi contoh bagaimana pengabdian dapat bertransformasi dari medan militer ke pelayanan publik.
3.25K
141