LIDAHRAKYAT.COM – TIMOR TENGAH UTARA,— Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dr. Dominikus Saku, Pr., memimpin Perayaan Ekaristi Misa Inkulturasi sekaligus penutupan Bulan Liturgi Nasional (BLN) 2026 tingkat Dekenat Kefamenanu di Gua Maria Siti Bitauni, Paroki Santa Maria Pengantara Segala Rahmat Kiupukan, Dekenat Kefamenanu, Keuskupan Atambua. Sabtu, (30/5/2026).
Perayaan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh perwakilan umat dari 19 paroki yang berada di wilayah Dekenat Kefamenanu. Kehadiran umat dari berbagai paroki menjadi tanda kebersamaan dan semangat iman yang terus bertumbuh dalam kehidupan menggereja di Keuskupan Atambua.
Dalam keterangan pers usai perayaan, Uskup Dominikus Saku, Pr mengatakan bahwa Misa tersebut menjadi puncak sekaligus penutup rangkaian Bulan Liturgi Nasional yang telah dilaksanakan di tingkat Dekenat Kefamenanu, Keuskupan Atambua Menurutnya, kegiatan tersebut berjalan dengan baik berkat kerja sama yang solid antara para pastor, panitia, dan seluruh umat yang terlibat.
“Hari ini saya merayakan Ekaristi untuk menutup Perayaan Bulan Liturgi Nasional Keuskupan Atambua yang berlangsung di tingkat Dekenat Kefamenanu. Kami bersyukur karena umat Allah sangat aktif dan para pastor berkoordinasi dengan baik sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar,” ujar Uskup Domi, kepada media ini, Sabtu, (30/5/2026).
Ia menjelaskan, perayaan tahun ini mengusung corak inkulturatif dengan memadukan unsur-unsur liturgi Gereja dan kekayaan budaya lokal. Penggunaan bahasa Indonesia yang dipadukan dengan bahasa daerah menjadi salah satu bentuk penghargaan terhadap identitas budaya umat setempat.
Menurut Uskup Domi, pendekatan inkulturatif tersebut memungkinkan umat untuk lebih terlibat secara aktif dalam perayaan. Doa, nyanyian, serta berbagai ungkapan iman dihadirkan dalam suasana yang dekat dengan kehidupan dan budaya masyarakat, tanpa mengurangi makna sakral liturgi Gereja.
“Perayaan ini diupayakan agar dapat diikuti oleh seluruh umat. Saya melihat umat terlibat dengan sangat baik dalam doa dan kurban yang dipadukan dengan ungkapan-ungkapan budaya. Saya menghargai cara umat mengungkapkan iman mereka melalui perayaan ini,” kata Uskup Domi.
Sebagai gembala Keuskupan Atambua, Uskup Dominikus Saku menilai bahwa liturgi bukan sekadar rangkaian ritual keagamaan, melainkan sarana untuk membangun hubungan yang semakin erat antara manusia dengan Tuhan. Karena itu, pemahaman dan penghayatan liturgi yang baik diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kehidupan umat sehari-hari.
Melalui perayaan tersebut, ia berharap umat semakin memperoleh berkat dan kemajuan dalam hidup. Menurutnya, umat yang memahami arti liturgi akan semakin mampu menempatkan diri di hadapan Tuhan, hidup dalam semangat doa, serta membangun kehidupan yang lebih tertata dan penuh tanggung jawab.
Menutup pesannya, Uskup Dominikus Saku menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut, mulai dari Romo Deken, para pastor, panitia, hingga seluruh umat yang hadir. Ia juga mengajak umat untuk terus memelihara semangat liturgi yang hidup dalam keseharian serta menjadi saksi iman di tengah kehidupan sosial bermasyarakat.
“Selamat untuk seluruh umat dan terima kasih atas keterlibatannya. Semoga Tuhan memberkati Anda sekalian,” pungkas Uskup Dominikus Saku, Pr.
3.27K
141