Minggu, 09 Aug 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
UNIMOR Gunakan Model Matematika untuk Cari Strategi Percepatan Penurunan Stunting di Insana Tengah
Pendekatan Matematika untuk Atasi Stunting
Penulis: REMIGIUS UA
Peristiwa - 09 Aug 2026 - Views: 18
image empty
Foto bersama setelah kegiatan Sosialisasi

LIDAHRAKYAT.COM Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mendapat perhatian dari Universitas Timor (UNIMOR). Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknik, UNIMOR, melakukan penelitian untuk menemukan strategi intervensi yang paling optimal dalam menekan kasus stunting di Kecamatan Insana Tengah.

Penelitian tersebut diawali dengan kegiatan sosialisasi dan pembukaan penelitian yang melibatkan unsur Pemerintah Kecamatan Insana Tengah, pemerintah desa, Puskesmas dan tenaga kesehatan, dosen pembimbing, tim peneliti, serta sejumlah pihak terkait.

Penelitian ini mengangkat judul “ Analisis Strategi Kontrol Optimum pada Model Dinamika Stunting dengan Variabel Sanitasi, Asupan Gizi dan Penyuluhan Kesehatan di Kecamatan Insana Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara.”

Yang menarik, penelitian ini menggunakan pendekatan matematika untuk menganalisis persoalan kesehatan masyarakat.

Tim peneliti tidak hanya melihat stunting dari sisi kesehatan, tetapi mencoba membangun model matematika yang dapat menggambarkan bagaimana intervensi terhadap sanitasi, asupan gizi, dan penyuluhan kesehatan dapat mempengaruhi dinamika stunting dari waktu ke waktu.

Matematika Masuk ke Persoalan Stunting

Melalui pendekatan kontrol optimal, peneliti akan menganalisis berbagai kemungkinan strategi intervensi untuk mengetahui kombinasi yang dinilai paling efektif dan efisien dalam mendukung upaya pencegahan serta penurunan stunting.

“Intinya, penelitian ini ingin mencari strategi yang paling tepat dan efektif dalam mencegah serta menurunkan stunting dengan melihat tiga faktor penting, yaitu sanitasi, asupan gizi, dan penyuluhan kesehatan,” jelas tim peneliti.

Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan gambaran berbasis data mengenai intervensi mana yang perlu mendapat perhatian lebih besar.

Dengan demikian, matematika tidak hanya ditempatkan sebagai ilmu yang berkaitan dengan angka dan perhitungan, tetapi juga digunakan sebagai alat analisis untuk membantu menjawab permasalahan nyata di tengah masyarakat.

Tiga Faktor Jadi Fokus Penelitian

Penelitian ini memusatkan perhatian pada tiga variabel utama.

Pertama, sanitasi. Kondisi sanitasi, ketersediaan air bersih, penggunaan jamban yang layak, kebiasaan mencuci tangan, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat menjadi bagian yang dianalisis karena berkaitan dengan pencegahan penyakit infeksi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan anak.

Kedua, asupan gizi. Pemenuhan kebutuhan gizi sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak menjadi salah satu aspek penting dalam pencegahan gangguan pertumbuhan.

Ketiga, penyuluhan kesehatan. Peningkatan pengetahuan masyarakat diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku dalam penyediaan gizi keluarga, pengasuhan anak, penerapan sanitasi yang baik, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan.

Variabel ketiga tersebut kemudian dimasukkan ke dalam model matematika untuk melihat strategi intervensi yang memberikan hasil paling optimal.

Posyandu Jadi Sumber Data Penting

Dalam penelitian ini, Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) menjadi salah satu bagian penting karena memiliki peran strategis dalam pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa.

Posyandu menjadi tempat pemantauan pertumbuhan dan perkembangan bayi serta balita melalui berbagai kegiatan, seperti penimbangan berat badan, pengukuran tinggi atau panjang badan, pengukuran lingkar lengan atas, serta pencatatan perkembangan anak.

Selain itu, Posyandu juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat melalui penyuluhan mengenai gizi, ASI, makanan pendamping ASI, sanitasi, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pencegahan stunting.

Data dan informasi dari lapangan tersebut diharapkan dapat membantu peneliti membangun model matematika yang lebih sesuai dengan kondisi masyarakat di Kecamatan Insana Tengah.

Butuh Dukungan Pemerintah dan Masyarakat

Tim peneliti menyampaikan bahwa keberhasilan penelitian memerlukan dukungan berbagai pihak, terutama pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Puskesmas, Posyandu, kader kesehatan, dan masyarakat.

Dukungan diperlukan dalam proses pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, maupun data pendukung lainnya.

"Kami sangat mengharapkan dukungan dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Puskesmas, kader Posyandu, dan masyarakat. Data lapangan sangat penting agar model matematika yang kami bangun benar-benar menggambarkan kondisi nyata masyarakat," ungkap tim peneliti.

Data yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan penelitian dengan tetap memperhatikan ketentuan dan etika pengumpulan data.

Diharapkan Jadi Bahan Pertimbangan Pemerintah

Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategi bagi upaya pencegahan dan penurunan stunting, khususnya di Kecamatan Insana Tengah.

Jika model yang dikembangkan mampu menunjukkan pola intervensi yang paling optimal, hasil tersebut dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam menentukan program prioritas.

Penelitian ini sekaligus menunjukkan peran perguruan tinggi dalam membantu menyelesaikan permasalahan pembangunan di daerah melalui pendekatan ilmiah.

Kolaborasi antara UNIMOR, pemerintah, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan diharapkan dapat menghasilkan strategi penanganan stunting yang lebih terarah, berbasis data, dan sesuai dengan kondisi lokal.

Dengan pendekatan tersebut, penelitian matematika yang dilakukan UNIMOR di Insana Tengah diharapkan tidak berhenti pada hasil akademik, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Timor Tengah Utara.