Kamis, 11 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Presiden Prabowo Terima DEN: Survei MBG Dongkrak UMKM, GovTech AI 80% Terintegrasi
Inspirasi Indonesia Maju
Penulis: Martinus Laba Uung*
Bisnis - 11 Jun 2026 - Views: 4
image empty
Dok. lidahrakyat.com

Luhut lapor 99% tenaga SPPG dari warga sekitar, ekonomi nasional kuat meski waspada gejolak global. Digital Single ID disiapkan untuk bansos tepat sasaran

LIDAHRAKYAT.COM– Presiden Prabowo Subianto menerima Ketua Dewan Ekonomi Nasional DEN Luhut Binsar Pandjaitan beserta jajaran di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa petang 9/6/2026. DEN melaporkan perkembangan strategis mulai dari Program Makan Bergizi Gratis MBG, kondisi ekonomi nasional, hingga percepatan GovTech berbasis AI.

MBG gerakkan UMKM dan lapangan kerja

Berdasarkan survei independen DEN di 800 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi SPPG, Program MBG tidak hanya memenuhi gizi anak, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat.

Data DEN menunjukkan 86,9% SPPG memiliki minimal satu pemasok dari UMKM lokal, rata-rata 3 UMKM terlibat di setiap SPPG. Sekitar 65% UMKM pemasok berasal dari kabupaten yang sama dengan lokasi SPPG. Hampir 99% tenaga kerja operasional SPPG direkrut dari masyarakat sekitar.

“Ini membuktikan program gizi bisa sekaligus jadi mesin ekonomi daerah lewat pemberdayaan UMKM dan penciptaan kerja,” lapor DEN kepada Presiden.

Ekonomi nasional kuat, waspada risiko global

DEN melaporkan fundamental ekonomi Indonesia tetap terjaga. Pertumbuhan ekonomi baik, inflasi terkendali, korporasi dan perbankan sehat. Kendatipun Pemerintah tetap mewaspadai tantangan global seperti konflik internasional dan pelemahan nilai tukar yang berpotensi menaikkan harga domestik.

Untuk memperkuat ketahanan ekonomi, DEN merekomendasikan dua langkah: meningkatkan remitansi pekerja migran Indonesia yang berketerampilan tinggi, serta menambah jumlah wisatawan mancanegara guna mendongkrak penerimaan devisa.

GovTech AI 80% terkoneksi, Digital Single ID disiapkan

Di bidang transformasi digital, DEN menyebut sekitar 80% sistem GovTech sudah terhubung. Sejak 1 Juni 2026, data dari delapan kementerian dan lembaga utama pemerintah berhasil terintegrasi dalam satu sistem berbasis AI untuk memperkuat tata kelola dan pelayanan publik.

Pemerintah juga tengah menyiapkan Digital Single ID. Sistem ini diharapkan membuat penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, meningkatkan efisiensi anggaran, dan memperkuat pengelolaan data nasional berbasis teknologi.

Presiden Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat kualitas SDM lewat MBG, menjaga ketahanan ekonomi di tengah dinamika global, serta mempercepat transformasi digital untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, transparan, dan modern.