LIDAHRAKYAT.COM—TIMOR TENGAH UTARA,— Upaya sistematis dalam membangun fondasi sepak bola usia muda kembali ditegaskan melalui penyelenggaraan seleksi terbuka kategori U-22 oleh PSKN. Program ini menjadi bagian integral dari strategi jangka menengah dalam menyongsong ajang prestisius El Tari Memorial Cup 2026 yang akan digelar di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur.
Mengusung tajuk besar “Road to ETMC Flores Timur 2026”, seleksi ini tidak sekadar menjadi agenda rutin, melainkan manifestasi komitmen dalam menjaring talenta muda terbaik dari berbagai penjuru daerah. PSKN menempatkan proses ini sebagai gerbang awal menuju pembentukan skuad kompetitif yang mampu bersaing di level regional.
Pelaksanaan seleksi dijadwalkan berlangsung sepanjang April 2026, dengan pendekatan inklusif melalui penyebaran lokasi di 11 titik strategis. Langkah ini diambil guna membuka akses seluas-luasnya bagi para pemain muda yang selama ini berada di wilayah dengan keterbatasan pembinaan sepak bola.
Adapun titik-titik seleksi tersebut mencakup Lapangan El Tari Eban, Lapangan Bijaepasu, Lapangan Fatumuti, Lapangan Maubesi, Lapangan Mamsena, Lapangan RTP Wini, Lapangan Nesam, Lapangan Manufui, Lapangan Lurasik, Lapangan Nunpene, serta Lapangan Oemanu.
Dengan distribusi lokasi yang merata, panitia berharap proses pencarian bakat dapat menjangkau lebih banyak pemain potensial yang selama ini belum tersentuh sistem pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ketua Askab TTU, Iman Tusi, menegaskan bahwa seleksi ini terbuka bagi pemain kelahiran 2004 hingga 2009.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan luas bagi pemain berusia 17 hingga 22 tahun untuk menunjukkan kualitas terbaik mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa program ini bukan sekadar agenda seleksi biasa, melainkan bagian dari upaya besar dalam membangun ekosistem sepak bola daerah.
“Seleksi ini adalah fondasi awal untuk menciptakan sistem pembinaan yang kuat dan berkesinambungan,” tegasnya.
Dalam prosesnya, tim pelatih akan melakukan penilaian komprehensif terhadap setiap peserta. Aspek yang dinilai meliputi kemampuan teknik dasar, kekuatan fisik, pemahaman taktik, hingga kesiapan mental dalam menghadapi tekanan pertandingan.
Para peserta diimbau untuk mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari sisi fisik maupun mental. Kompetisi yang ketat menuntut setiap pemain untuk tampil optimal serta menjunjung tinggi nilai sportivitas di setiap tahapan seleksi.
Lebih dari sekadar ajang pencarian pemain, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum kebangkitan sepak bola usia muda di tingkat daerah. Ruang kompetisi yang terbuka diyakini mampu memantik semangat generasi muda untuk berprestasi.
Selain itu, seleksi terbuka ini turut berperan dalam mempererat relasi antarwilayah di Nusa Tenggara Timur. Interaksi yang terbangun selama proses seleksi menjadi sarana memperkuat persaudaraan sekaligus memperkaya pengalaman bertanding para pemain.
Dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi olahraga, hingga masyarakat, menjadi elemen krusial dalam menyukseskan program ini. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu menciptakan ekosistem sepak bola yang lebih progresif.
Dengan perencanaan matang dan pelaksanaan yang terstruktur, PSKN optimistis mampu melahirkan generasi pemain yang tidak hanya berbakat, tetapi juga memiliki karakter kuat dan mental juara.
Seleksi ini sekaligus menjadi panggung awal bagi para pemain muda untuk menapaki jalur profesional di dunia sepak bola. Kesempatan ini menjadi langkah penting dalam membuka jalan menuju kompetisi yang lebih tinggi.
Pada akhirnya, melalui seleksi terbuka PSKN U-22 ini, diharapkan akan terbentuk skuad terbaik yang siap mengharumkan nama daerah pada El Tari Memorial Cup 2026, sekaligus menjadi simbol kebangkitan sepak bola Nusa Tenggara Timur di kancah regional.
3.27K
141