Jumat, 14 Aug 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Malam Pentas Seni HUT ke 81 RI di Insana Semarak, Camat Ajak Generasi Muda Lestarikan Budaya
Pentas seni menjadi momentum generasi muda Insana melestarikan budaya dan memperkuat semangat kemerdekaan.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 14 Aug 2026 - Views: 63
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto: Malam Pentas Seni tingkat Kecamatan Insana dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung meriah, menampilkan berbagai seni dan budaya daerah. Jumat, (14/7/2026). (Dokumentasi : Koka Masan//Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM — INSANA,— Malam Pentas Seni dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kecamatan Insana berlangsung meriah pada 12 Agustus 2026 malam. Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi masyarakat dan generasi muda untuk merayakan kemerdekaan sekaligus memperkuat kecintaan terhadap seni dan budaya daerah.

Pentas seni tersebut melibatkan pelajar tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) di wilayah Kecamatan Insana. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi wadah bagi anak-anak untuk menampilkan kreativitas, bakat, serta kemampuan mereka dalam bidang seni tradisional dan seni pertunjukan.

Camat Insana, Yustinus Binsasi, SH., mengatakan keterlibatan pelajar dalam kegiatan tersebut merupakan bagian penting dalam memperkenalkan dan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya daerah.

“Malam Pentas Seni ini dilombakan adalah anak-anak SD sampai SMP yang berada di wilayah Kecamatan Insana,” ujar Yustinus kepada Wartawan Lidah Rakyat.

Menurut dia, pentas seni tidak semata-mata menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi memiliki makna yang lebih luas dalam upaya menjaga keberlangsungan warisan budaya yang diwariskan para leluhur. Generasi muda dinilai perlu diberikan ruang untuk mengenal, mempelajari, sekaligus mengembangkan kebudayaan daerah.

Karena itu, Yustinus mengajak seluruh masyarakat Insana untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan budaya lokal agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

“Kita harus tetap melestarikan budaya para leluhur, sekaligus merawat, menjaga dan melestarikan budaya kita,” tegasnya.

Selain menampilkan berbagai kesenian, kegiatan tersebut juga memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) masyarakat untuk berjualan di sekitar lokasi pentas. Keberadaan UMKM diharapkan dapat mendukung aktivitas ekonomi masyarakat selama rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan berlangsung.

Namun, Yustinus mengingatkan para pelaku UMKM dan pengunjung untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Ia meminta setiap penjual menyediakan tempat sampah agar sampah tidak berserakan di sekitar lokasi kegiatan.

“Kami juga mengimbau para penjual yang berjualan di area pentas agar menyiapkan kotak sampah, sehingga sampah-sampah tidak berserakan di area pentas,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa area pelaksanaan Malam Pentas Seni harus tetap menjadi ruang yang aman, tertib dan nyaman bagi masyarakat. Karena itu, penjualan sopi maupun aktivitas konsumsi minuman keras tidak diperbolehkan di sekitar lokasi pentas.

Dalam perlombaan seni tingkat SD, sejumlah sekolah turut ambil bagian, yakni SDN Mauniunhau, SDN Besin, SDN Ekafalo, SDN Peutana dan SDK Oelolok. Mereka mengikuti sejumlah kategori, di antaranya Tarian Bidu Tradisional, Takanab tingkat SD dan Tarian Gong. Sementara kategori Takanab tingkat SMP diikuti SMPK Dharma Bakti Oelolok.

Untuk kategori Vocal Solo antar desa/kelurahan se-Kecamatan Insana dengan peserta usia 17–25 tahun, terdapat perwakilan dari Desa Oenbit dan Desa Nunmafo. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, tetapi juga memperkuat kebersamaan masyarakat serta menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk mencintai dan meneruskan warisan budaya daerah. (*)

 

Editor: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil