Minggu, 09 Aug 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Kebaktian HUT ke 81 RI di TTU, Momentum Memaknai Kemerdekaan Lewat Persatuan dan Pengabdian
Memaknai kemerdekaan melalui persatuan dan pengabdian.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 09 Aug 2026 - Views: 79
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto: Kebaktian HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten TTU di GPdI Anugerah Kefamenanu, Minggu, (9/8/2026). (Dokumentasi : Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMENANU,— Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar kebaktian dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten TTU di Gereja Pentakosta di Indonesia (GPdI) Anugerah Kefamenanu, Minggu (9/8/2026).

Kebaktian tersebut menjadi salah satu rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten TTU. Kegiatan keagamaan itu tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para pendiri bangsa, tetapi juga menjadi ruang refleksi bagi umat Kristiani untuk menghayati makna kemerdekaan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Sekretariat Daerah (Setda) TTU Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Wilhelmus Y. Meko, S.T., M.T.; Staf Ahli Bupati TTU Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Simon Monemnasi, S.Fil.; Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) TTU, Drs. Yonas Tameon, M.Si.; serta Kapolres TTU, AKBP Eliana Papote.

Selain jajaran Pemerintah Kabupaten TTU dan kepolisian, kebaktian tersebut turut dihadiri Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen, Penehas Batuk, S.H., jajaran ASN Kristen Kementerian Agama Kabupaten TTU, serta para Penyuluh Agama Kristen.

Kehadiran berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, dan jajaran Kementerian Agama dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum bersama untuk memperkuat kebersamaan lintas lembaga dan elemen masyarakat.

Dalam suasana kebaktian, umat diajak untuk memandang kemerdekaan sebagai anugerah sekaligus tanggung jawab. Kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan perlu diisi dengan sikap hidup yang mencerminkan rasa syukur, kepedulian, kejujuran, serta kesediaan untuk memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.

Makna kemerdekaan juga ditekankan melalui pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman. Perbedaan suku, agama, latar belakang sosial, maupun pandangan tidak seharusnya menjadi alasan untuk saling menjauh, melainkan menjadi kekuatan untuk membangun kehidupan bersama yang harmonis.

Bagi aparatur pemerintah dan seluruh elemen masyarakat, semangat kemerdekaan juga memiliki kaitan erat dengan integritas dalam menjalankan tugas. Pengabdian kepada masyarakat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab, mengutamakan kepentingan umum, serta menjunjung nilai-nilai kejujuran dan keadilan.

Momentum tersebut sekaligus menjadi ajakan untuk meningkatkan semangat pelayanan kepada masyarakat. Kemerdekaan tidak cukup hanya diperingati melalui upacara dan kegiatan seremonial, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan mendorong pembangunan daerah.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Kabupaten TTU tahun 2026 mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Tema tersebut menjadi pesan penting bahwa kemerdekaan harus terus diarahkan pada terwujudnya kehidupan masyarakat yang berdaulat, memperoleh keadilan, serta memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai kesejahteraan.

Melalui kebaktian tersebut, Pemerintah Kabupaten TTU bersama umat Kristen diajak untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi moral dalam membangun daerah. Persatuan, toleransi, integritas, dan pelayanan kepada sesama menjadi nilai yang perlu terus dirawat dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan RI di Kabupaten TTU tidak berhenti pada perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk memperbarui komitmen bersama dalam menjaga persatuan, memperkuat pengabdian, dan menghadirkan pembangunan yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Semangat kemerdekaan diharapkan terus hidup melalui karya nyata setiap warga dalam membangun TTU dan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur. (*)

 

Editor: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil