Sabtu, 27 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Dokter Icha Meninggal Dunia, Keluarga Tetap Kawal Dugaan Intimidasi yang Menyeret Tiga Anggota DPRD TTU
Dokter Mengalami Depresiasi Berat.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 26 Jun 2026 - Views: 147
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto : Ilustrasi Dokter Meninggal diduga mengalami Depresi ( Dok : Istimewa )

LIDAHRAKYAT.COM — TIMOR TENGAH UTARA,— Kabar duka telah menyelimuti dunia kesehatan di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Dokter Icha, yang selama ini diketahui bertugas sebagai dokter jaga di Rumah Sakit Leona Kefamenanu, dikabarkan meninggal dunia pada Jumat (26/6/2026).

Dilansir dari Buletinntt.com, Informasi mengenai wafatnya dokter muda tersebut telah disampaikan langsung oleh pihak keluarga. Ibunda almarhumah mengonfirmasi bahwa putrinya telah berpulang, sehingga kabar tersebut dengan cepat menyita perhatian masyarakat.

Nama Dokter Icha sebelumnya telah menjadi perhatian publik setelah muncul dugaan adanya tindakan intimidasi yang dialaminya ketika sedang menjalankan tugas pelayanan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona. Dugaan tersebut menyeret tiga anggota DPRD Kabupaten TTU dan memicu berbagai tanggapan dari masyarakat maupun sejumlah organisasi.

Usai peristiwa itu, kondisi psikologis almarhumah dikabarkan terus menurun hingga akhirnya menjalani pemeriksaan di rumah sakit jiwa di Kota Kupang.

Berdasarkan keterangan keluarga, hasil pemeriksaan dokter spesialis kejiwaan menyatakan bahwa Dokter Icha mengalami depresi berat dan memerlukan penanganan intensif.

Di tengah proses tersebut, keluarga sebelumnya telah meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Kabupaten TTU segera memproses dugaan pelanggaran etik yang diduga dilakukan oleh oknum anggota dewan dalam insiden tersebut. Permintaan itu disampaikan sebagai bentuk upaya memperoleh kejelasan dan pertanggungjawaban atas peristiwa yang dialami almarhumah.

Meski kini Dokter Icha telah meninggal dunia, keluarga menegaskan komitmennya untuk tetap mengawal proses penanganan dugaan intimidasi tersebut. Mereka menyatakan akan bekerja sama dengan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan agar proses penegakan etik maupun hukum dapat berjalan secara transparan dan objektif.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Badan Kehormatan DPRD Kabupaten TTU maupun pihak-pihak yang sebelumnya disebut dalam dugaan intimidasi tersebut terkait kabar meninggalnya Dokter Icha ataupun kelanjutan penanganan kasus tersebut. (*)