LIDAHRAKYAT.COM - Di tengah riuhnya malam pentas seni dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), sebuah momen penuh keheningan terjadi.
Camat Insana, Yustinus Binsasi, meminta waktu sekitar lima menit untuk mengajak seluruh masyarakat yang hadir sejenak meninggalkan acara kemeriahan dan bersama-sama mendoakan saudara-saudara mereka yang menjadi korban bencana gempa bumi di Flores.
Ajakan tersebut disampaikan Yustinus Binsasi dalam kegiatan malam pentas seni di tingkat Kecamatan Insana, Sabtu (15/8/2026).
Di hadapan masyarakat yang memenuhi lokasi kegiatan, Camat Insana mengingatkan bahwa di balik kemeriahan perayaan kemerdekaan, ada saudara-saudara sebangsa dan setanah air di Flores yang sedang menghadapi musibah.
"Saya minta waktu lima menit. Mari kita tinggalkan sejenak kemeriahan malam ini. Kita tundukkan kepala dan berdoa untuk saudara-saudara kita di Flores yang sedang mengalami musikbah gempa bumi. Mereka adalah bagian dari kita, bagian dari keluarga besar Nusa Tenggara Timur."»
Suasana yang sebelumnya dipenuhi sorak-sorai dan kemeriahan pentas seni seketika berubah menjadi lebih hening. Masyarakat diajak menyatukan hati dan mengumpulkan doa bagi para korban, keluarga yang terdampak, serta seluruh di wilayah masyarakat Flores yang sedang menghadapi dampak bencana.
Menurut Yustinus, kemeriahan perayaan kemerdekaan tidak seharusnya membuat masyarakat menderita atas penderitaan sesamanya.
“Kita boleh bergembira, kita boleh merayakan kemerdekaan, tapi jangan sampai kita lupa bahwa ada saudara-saudara kita yang sedang berduka dan membutuhkan doa serta perhatian kita,” ungkapnya.
Momen tersebut menjadi pesan kuat bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang persaudaraan, kepedulian dan solidaritas antarsesama anak bangsa.
Di tengah perbedaan wilayah dan jarak, masyarakat Timor menunjukkan bahwa penderitaan yang dialami saudara di Flores adalah duka bersama.
Dari Insana untuk Flores: satu doa, satu rasa, satu persaudaraan. (Remi)