LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMENANU,— Konstelasi internal Partai Golkar Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) memasuki babak baru. Setelah proses pra-Musyawarah Daerah (Musda) di tingkat provinsi mengalami kebuntuan, pengurus DPP dan DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) disebut mengambil langkah mengejutkan dengan menunjuk Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, S.H., sebagai calon tunggal Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten TTU.
Keputusan tersebut diambil setelah proses pra-Musda yang sebelumnya mempertemukan dua kader Partai Golkar, yakni Ketua DPRD TTU Kristoforus Efi, S.T., dan Therenus Lazakar, tidak menemukan titik temu. Kebuntuan atau deadlock dalam proses tersebut kemudian mendorong pengurus partai di tingkat yang lebih tinggi mengambil alih proses penentuan kandidat ketua.
Nama Kamilus Elu kemudian muncul sebagai figur yang diproyeksikan untuk memimpin Partai Golkar TTU periode 2026–2031. Penunjukan tersebut sekaligus membuka babak baru dalam dinamika politik internal Golkar TTU, mengingat Kamilus merupakan figur yang relatif baru dalam tubuh Partai Golkar.
Kamilus Elu tidak membantah adanya keputusan pengurus DPP dan DPD I Partai Golkar NTT yang menunjuk dirinya sebagai kandidat tunggal Ketua DPD II Partai Golkar TTU. Namun, ia menegaskan bahwa secara formal dirinya belum menerima Surat Keputusan (SK) sebagai Ketua DPD II Golkar TTU karena proses Musda belum dilaksanakan.
“Pada prinsipnya saya siap, karena itu merupakan amanah dan kepercayaan dari pengurus DPP dan DPD I Partai Golkar. Selaku Wakil Bupati TTU, saya siap menerima dan melaksanakan amanah tersebut dengan baik,” ujar Kamilus saat ditemui di Rumah Jabatan Wakil Bupati TTU, Jumat, (17/62026).
Menurut Kamilus, Partai Golkar merupakan salah satu partai politik tertua dan terbesar di Indonesia. Karena itu, jika kepercayaan tersebut benar-benar diberikan kepadanya, ia berkomitmen menjalankan kepemimpinan partai secara bijak, profesional, dan bertanggung jawab.
Namun, ia kembali mengingatkan bahwa proses tersebut belum sampai pada tahap final. “Harus dipahami, saat ini belum ada SK bagi saya sebagai Ketua DPD II Golkar TTU. Musda juga belum dilaksanakan,” katanya.
Jika nantinya dipercaya secara resmi memimpin Golkar TTU, Kamilus menyebut konsolidasi internal akan menjadi agenda pertama yang harus dilakukan. Konsolidasi tersebut dinilai penting untuk menyatukan seluruh kekuatan partai setelah dinamika internal yang sempat mengalami kebuntuan.
Setelah konsolidasi dilakukan, langkah berikutnya adalah membangun dan menyusun struktur kepengurusan partai. Struktur tersebut diharapkan mampu bekerja secara efektif dalam menghadapi berbagai agenda politik dan program Partai Golkar ke depan.
Kamilus mengakui dirinya merupakan pendatang baru di Partai Golkar. Meski demikian, ia merasa memiliki pengalaman dalam mengelola organisasi dan memahami bagaimana sebuah organisasi politik harus dibangun secara sistematis.
Ia juga menyadari bahwa Partai Golkar memiliki sejarah panjang dalam perjalanan politik nasional. Partai tersebut telah melahirkan banyak tokoh besar dan kader-kader yang kemudian memainkan peran penting dalam kehidupan politik Indonesia.
“Partai Golkar adalah partai besar dan partai tua yang telah melahirkan banyak kader besar. Bahkan ada kader-kader yang kemudian membentuk partai politik baru,” ujar Kamilus.
Dengan sejarah panjang tersebut, ia menegaskan komitmennya untuk menjaga marwah Partai Golkar secara berjenjang, mulai dari tingkat pusat hingga ke daerah. Baginya, kepemimpinan partai tidak hanya berkaitan dengan struktur politik, tetapi juga menyangkut tanggung jawab menjaga kepercayaan masyarakat.
Kamilus juga menekankan bahwa politik harus diterjemahkan dalam bentuk karya nyata. Ia ingin Partai Golkar hadir di tengah masyarakat TTU melalui program-program yang langsung menyentuh kebutuhan warga, terutama masyarakat di pelosok daerah.
Sektor pertanian dan peternakan skala kecil menjadi salah satu bidang yang dinilai penting untuk dikembangkan. Menurutnya, politik tidak boleh berhenti pada retorika, tetapi harus mampu menghadirkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kalau masyarakat melihat kinerja Partai Golkar baik, maka masyarakat tidak akan menutup mata. Esensi politik adalah menghadirkan karya nyata,” tegas Kamilus.
Sementara itu, berdasarkan risalah rapat DPD II Partai Golkar Kabupaten TTU pada 9 Juli 2026, pengurus DPP dan DPD I Partai Golkar NTT sebelumnya telah menunjuk Maria Yashinta D. Makujawa, AMK, sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua DPD II Partai Golkar TTU sejak 1 Juli 2026. Penunjukan tersebut bertujuan memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan sekaligus mempersiapkan pelaksanaan Musda.
Dalam risalah tersebut juga disebutkan bahwa kebuntuan dalam pra-Musda di Kupang menjadi dasar bagi pengurus DPP dan DPD I Partai Golkar NTT untuk menetapkan Kamilus Elu sebagai kandidat tunggal Ketua DPD II Partai Golkar TTU periode 2026–2031. Selanjutnya, keputusan tersebut akan dilegitimasi melalui Musda yang akan datang.
Dengan demikian, dinamika Golkar TTU kini memasuki fase penentuan. Kamilus Elu berada di ambang kepemimpinan partai, sementara Musda akan menjadi forum formal yang menentukan apakah proses penunjukan calon tunggal tersebut benar-benar berujung pada aklamasi dan menandai lahirnya kepemimpinan baru di tubuh Partai Golkar Kabupaten TTU. (*)
Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil