Kamis, 13 Aug 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Beda dari Kontingen Lain! Siswa SDK Kiupukan 1 Anyam Daun Lontar di Depan Wabup TTU
Karnval Budaya
Penulis: Remigius Ua
Peristiwa - 13 Aug 2026 - Views: 131
image empty
Remigius Ua
Siswa-siswi SDK Kiupukan 1 memperagakan keterampilan menganyam menggunakan daun lontar dalam Karnaval Budaya tingkat Kecamatan Insana di lapangan SDN Nesam, Rabu (12/8/2026). Atraksi tersebut disaksikan Wakil Bupati TTU Kamilus Elu, SH, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten TTU Kristoforus Abi, Camat Insana Justinus Binsasi, tokoh adat dan masyarakat.

LIDAHRAKYAT.COM,INSANA — Ada yang berbeda dari penampilan SDK Kiupukan 1 dalam Karnaval Budaya tingkat Kecamatan Insana, Rabu (12/8/2026).

Di tengah beragam penampilan yang dibawakan kontingen peserta karnaval dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, siswa-siswi SDK Kiupukan 1 memilih menampilkan sesuatu yang unik.

Mereka tidak hanya mengenakan atribut budaya atau membawa hasil kerajinan tradisional. Para siswa justru memperagakan secara langsung keterampilan menganyam menggunakan daun lontar menjadi berbagai pernak-pernik dan peralatan tradisional.

Atraksi tersebut berlangsung di lapangan SDN Nesam, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan disaksikan langsung oleh Wakil Bupati TTU, Kamilus Elu, SH.

Turut menyaksikan atraksi tersebut Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten TTU, Kristoforus Abi, Camat Insana Justinus Binsasi, serta sejumlah tokoh adat dan masyarakat yang hadir di lokasi.

Tidak Sekadar Menampilkan Budaya

Keunikan penampilan SDK Kiupukan 1 terletak pada cara para siswa memperkenalkan budaya.

Jika umumnya budaya ditampilkan melalui pakaian adat, tarian, musik atau berbagai atribut, para siswa ini memilih untuk menampilkan proses keterampilan tradisional secara langsung.

Dengan menggunakan daun lontar, mereka memperagakan bagaimana bahan tersebut dapat diolah menjadi berbagai bentuk pernak-pernik dan peralatan yang memiliki nilai guna sekaligus nilai budaya.

Atraksi tersebut menjadi gambaran bahwa keterampilan tradisional masih dapat diperkenalkan kepada generasi muda melalui kegiatan pendidikan dan kegiatan budaya.

Mengajarkan Anak untuk Mencintai Budaya Lokal

Bagi generasi muda, mengenal budaya tidak cukup hanya melalui buku atau cerita.

Keterampilan menganyam daun lontar memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami salah satu bentuk kreativitas dan pengetahuan tradisional yang berkembang dalam kehidupan masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya menjadi peserta karnaval, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada generasi berikutnya.

Karnaval Menjadi Ruang Pelestarian Budaya

Karnaval Budaya Kecamatan Insana dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI menjadi ruang bagi dan generasi masyarakat muda untuk menampilkan kekayaan budaya daerah.

Penampilan SDK Kiupukan 1 menunjukkan bahwa kreativitas dalam karnaval tidak selalu harus berupa pertunjukan besar.

Duduk menganyam daun lontar di tengah kemeriahan karnaval pun dapat menjadi sebuah pesan budaya yang kuat.

Pesannya sederhana: budaya akan tetap hidup jika generasi muda mau menanamkan, menanamkan, dan mewariskannya.

Penampilan siswa SDK Kiupukan 1 pun menjadi salah satu warna menarik dalam Karnaval Budaya Kecamatan Insana tahun ini.(Remi)