Minggu, 15 Feb 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Sinergi di Jalan Raya: Ketika Pelayanan Publik Menjadi Wajah Cinta Negara kepada Rakyatnya
Inspirasi Indonesia Maju
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Sorot - 14 Feb 2026 - Views: 20
image empty
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin Menyerahkan Piagam Kolaborasi Pelayanan Publik

LIDAHRAKYAT.COM Di jalan raya, kehidupan berdenyut tanpa henti. Di sana, mesin-mesin beradu cepat dengan waktu, dan manusia berpacu dengan takdir. Namun di balik hiruk-pikuk kendaraan yang melintas, ada tangan-tangan negara yang bekerja dalam diam—menjaga, melindungi, dan memastikan setiap perjalanan kembali dengan selamat. Di situlah makna sejati pelayanan publik di sektor transportasi menemukan rohnya: bukan sekadar urusan administrasi, melainkan wujud kasih negara kepada rakyatnya.

Pelayanan publik di bidang transportasi adalah nadi yang mengalirkan keteraturan dalam tubuh bangsa. Ia bukan hanya tentang pajak kendaraan atau surat izin mengemudi, tetapi tentang bagaimana negara hadir di setiap kilometer jalan, di setiap simpang kehidupan. Melalui kolaborasi antara POLRI, pemerintah daerah, dan Jasa Raharja, negara menegaskan bahwa keselamatan bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kerja sama yang terencana dan berkelanjutan.

Sinergi lintas sektor ini ibarat jalinan benang emas yang merajut sistem transportasi nasional menjadi kain yang kuat dan indah. Di dalamnya, ada POLRI yang menjaga ketertiban, pemerintah daerah yang mengatur kebijakan, dan Jasa Raharja yang menjadi pelindung terakhir ketika musibah datang tanpa permisi. Mereka bekerja dalam satu irama, memastikan bahwa pelayanan publik tidak lagi berjarak, tetapi hadir di tengah masyarakat—mudah, cepat, dan berkeadilan.

Momentum HUT ke-65 Jasa Raharja menjadi panggung apresiasi bagi mereka yang telah menyalakan lentera di jalan panjang pelayanan publik. Penghargaan yang diberikan bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas dedikasi dan sinergi yang telah menumbuhkan budaya tertib berlalu lintas dan kepatuhan administrasi. Dari Kakorlantas Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho hingga pejabat di Kementerian Dalam Negeri, semua menerima penghargaan bukan karena jabatan, tetapi karena komitmen untuk menjadikan keselamatan sebagai nilai yang hidup dalam setiap kebijakan.

Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, menyebut kolaborasi ini sebagai fondasi penting dalam menjalankan mandat negara. Pernyataannya mengandung makna mendalam: bahwa pelayanan publik sejati bukan hanya tentang kecepatan dan ketepatan, tetapi juga tentang keadilan dan kemanusiaan. Ketika korban kecelakaan ditangani dengan cepat dan profesional, ketika data kendaraan terintegrasi dengan baik, ketika masyarakat patuh membayar pajak bukan karena takut, melainkan karena sadar—di situlah negara benar-benar hadir.

Sinergi ini juga menjadi cermin dari peradaban modern yang beradab. Di era digital yang serba cepat, pelayanan publik tak boleh kaku dan birokratis. Ia harus adaptif, seperti air yang mengalir mengikuti bentuk wadahnya, namun tetap jernih dan memberi kehidupan. Integrasi data, harmonisasi kebijakan, dan kolaborasi lintas lembaga adalah bentuk nyata dari transformasi pelayanan publik menuju masa depan yang lebih manusiawi.

Pada akhirnya, keselamatan di jalan raya bukan hanya urusan helm, sabuk pengaman, atau rambu lalu lintas. Ia adalah cerminan dari kesadaran kolektif bahwa hidup adalah anugerah yang harus dijaga bersama. Jasa Raharja, bersama POLRI dan pemerintah daerah, telah menunjukkan bahwa pelayanan publik bisa menjadi puisi—puisi tentang tanggung jawab, empati, dan cinta tanah air. Dan di setiap jalan yang kita lalui, semoga kita selalu ingat: di balik setiap perjalanan yang aman, ada kerja senyap dari mereka yang menjadikan keselamatan sebagai panggilan, bukan sekadar pekerjaan. Karena negara yang besar bukan hanya yang membangun jalan, tetapi yang memastikan setiap warganya tiba dengan selamat di tujuan.