Minggu, 26 Jul 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Serikat Santa Anna Lembata Genap 100 Tahun, Vikjen Keuskupan Larantuka: Jadilah Penjaga Iman Keluarga
Inspirasi Keberagaman
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Peristiwa - 26 Jul 2026 - Views: 13
image empty
Dok. Istimewa
Foto Tim LR: Sebanyak 805 Ina-Ina (Ibu-Ibu) anggota Serikat Santa Anna dari 19 paroki se-Dekenat Lembata berkumpul di Lamalera, Paroki Santo Petrus dan Paulus Lamalera, untuk merayakan satu abad perjalanan iman dan pelayanan Serikat Santa Anna di Lembata, Minggu, 26 Juli 2026

805 Ina-Ina dari 19 Paroki berkumpul di Lamalera, perayaan dipadukan dengan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia

LIDAHRAKYAT.COM Satu abad pengabdian Serikat Santa Anna di Tanah Lembata dirayakan dengan penuh syukur. Sebanyak 805 Ina-Ina atau ibu-ibu anggota Serikat Santa Anna dari 19 paroki se-Dekenat Lembata berkumpul di Lamalera, Paroki Santo Petrus dan Paulus Lamalera, pada 23–26 Juli 2026. Perayaan 1 Abad ini dipadukan dengan peringatan Hari Kakek-Nenek dan Lansia Sedunia VI. Selama empat hari, para peserta mengikuti rangkaian kegiatan rohani, pembinaan, aksi sosial, hingga napak tilas iman.

Disambut Adat dengan Pledang di Pantai Lamalera

Momen istimewa terjadi saat kedatangan Vikaris Jenderal Keuskupan Larantuka, RD. Adeodatus Hendrikus Leni. Bersama Deken Lembata RD. Blasius Masang Kleden dan rombongan, Vikjen disambut secara adat oleh masyarakat Lamalera. Dengan ciri khas budaya pesisir, Vikjen dan rombongan memasuki pantai Lamalera dengan mengendarai pledang, perahu tradisional masyarakat Lamalera. Ratusan mama-mama Santa Anna telah menanti di pesisir untuk menyambut.

Penyambutan adat itu menjadi simbol perjumpaan antara iman, budaya, dan sejarah panjang pelayanan Serikat Santa Anna yang telah berakar di Lembata selama 100 tahun. Pastor Paroki Santo Petrus dan Paulus Lamalera, RD. Fransiskus Xaverius Hewen atau Romo Irfan, menyebut perayaan ini sebagai peristiwa bersejarah.

Sebanyak 805 ina-ina Santa Anna dari 19 paroki Dekenat Lembata berkumpul di Lamalera untuk merayakan 100 tahun kehadiran Serikat Santa Anna di Lembata yang bermula dari Lamalera. Dalam kesempatan ini awak media lidahrakyat.com memantau bahwa momentum satu abad yang dirayakan bukan hanya untuk mengenang masa lalu, tetapi juga panggilan untuk memperkuat semangat pelayanan, persaudaraan, dan kesetiaan dalam iman.

Rangkaian Kegiatan: Dari Jumpa Rohani hingga Aksi Sosial

Perayaan dibuka Kamis, 23 Juli 2026 dengan penjemputan peserta di gerbang Desa Lamalera B, dilanjutkan seremoni pembuka dan Triduum Hari I.

Pada Jumat, 24 Juli, peserta dibagi dalam 8 kelompok besar untuk jumpa rohani. Pendalaman iman dipandu 8 imam moderator Serikat Santa Anna Dekenat Lembata. Malam harinya dilanjutkan Triduum Hari II dan acara kebersamaan.

Sabtu, 25 Juli menjadi hari yang sarat makna. Gereja menggelar perayaan Hari Lansia. RD. Ben Belawa, Ketua Komisi Keluarga Keuskupan Larantuka, memberikan seminar rohani dengan mengangkat tema dari Paus Leo XIV,

“Aku tidak akan pernah melupakan engkau” (Yes 49:15).

Para lansia diajak bersyukur atas perjalanan hidup dan tetap hadir sebagai saksi iman bagi anak cucu. Pada hari yang sama peserta juga melaksanakan aksi sosial karitatif sebagai wujud kepedulian. Puncaknya pada malam itu digelar Perarakan 1.000 Lilin. Ribuan cahaya lilin diarak dari Pemandian Pertama menuju halaman gereja menjadi simbol iman yang tetap menyala setelah 100 tahun perjalanan Serikat Santa Anna.

Ekaristi Puncak dan Pesan untuk Keluarga

Puncak perayaan berlangsung Minggu, 26 Juli 2026 melalui Perayaan Ekaristi Syukur di Gereja Paroki Santo Petrus dan Paulus Lamalera. Ekaristi dipimpin Vikjen RD. Adeodatus Hendrikus Leni didampingi Deken Lembata dan para imam konselebran. Dalam homilinya, Vikjen mengajak umat memaknai 1 Abad Serikat Santa Anna sebagai momentum memperbarui komitmen menjaga dan mewariskan iman yang ditanamkan para misionaris di Tanah Lembata.

“Kerajaan Allah adalah mutiara yang sangat berharga. Warisan rohani ini harus dipelihara, dikembangkan, dan diteruskan kepada generasi berikutnya,” tegas Vikjen.

Ia secara khusus mengapresiasi Ina-Ina Santa Anna yang selama seratus tahun menjadi penjaga iman dalam keluarga dan Gereja. Vikjen juga bersyukur karena banyak imam lahir dari keluarga-keluarga Santa Anna.

“Teruslah mendoakan para imam, biarawan, biarawati, serta tumbuhnya panggilan hidup imamat dan hidup bakti di Keuskupan Larantuka,” pesannya.

Bertepatan dengan Hari Kakek dan Nenek Sedunia, Vikjen menegaskan bahwa usia lanjut bukan alasan berhenti berkarya. “Selama Tuhan masih memberikan kita kehidupan, berarti Tuhan masih membutuhkan kita untuk terus berkarya,” ujarnya.

Usai Ekaristi, kegiatan dilanjutkan resepsi syukur dan ditutup dengan acara sayonara penuh sukacita.

Moderator Serikat Santa Anna Dekenat Lembata, Pater Raymon Segu, CSsR, menjelaskan seluruh rangkaian dikemas dalam kegiatan rohani, pembinaan, refleksi, dan aksi sosial.

“Dari Lamalera, cahaya kasih, doa, dan pengabdian mama-mama Santa Anna terus menerangi perjalanan Gereja dan masyarakat Lembata,” katanya.

Perayaan ini menjadi bukti bahwa benih iman yang ditanam Pater Bernardus Bode, SVD, sejak satu abad lalu terus bertumbuh dan berbuah pelayanan hingga hari ini.