Jumat, 15 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Ratusan Umat Hadiri Misa Bulan Maria di Lingkungan Santo Petrus Sapan, Romo Edmundus Tekankan Makna Kasih Seorang Ibu
Belajar Rendah Hati dari Bunda Maria
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 15 May 2026 - Views: 149
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/Koka Masan
Suasana penuh iman dan kebersamaan tampak menyelimuti Lingkungan St. Petrus Sap’an, Paroki Santa Maria Mediatrix Omnium Gratiarum (MOG) Kiupukan, Dekenat Kefamenanu, Keuskupan Atambua, pada Jumat, 15 Mei 2026. Ratusan umat Allah memadati lokasi perayaan Ekaristi dalam rangka Misa Bulan Maria yang dimulai tepat pukul 18.00 WITA. (Dok : Koka Masan // Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM—SAP'AN,— Suasana penuh iman dan kebersamaan tampak menyelimuti Lingkungan St. Petrus Sap’an, Paroki Santa Maria Mediatrix Omnium Gratiarum (MOG) Kiupukan, Dekenat Kefamenanu, Keuskupan Atambua, pada Jumat, 15 Mei 2026. Ratusan umat Allah memadati lokasi perayaan Ekaristi dalam rangka Misa Bulan Maria yang dimulai tepat pukul 18.00 WITA.

Perayaan Misa dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, Rm. Edmundus Sako, Pr, serta dihadiri oleh Ketua Lingkungan, para Ketua Komunitas Umat Basis (KUB), dan seluruh umat dari berbagai kelompok kategorial di lingkungan tersebut. Kehadiran umat yang begitu banyak menunjukkan antusiasme dan semangat devosi kepada Bunda Maria selama bulan Mei yang dikenal sebagai Bulan Maria dalam tradisi Gereja Katolik.

Dalam pantauan media ini, sejak sore hari, umat terlihat berdatangan secara bergelombang menuju tempat perayaan. Mereka mengikuti misa dengan penuh khidmat, sambil membawa doa dan harapan bersama keluarga masing-masing. Nuansa religius semakin terasa melalui lantunan nyanyian liturgi dan doa-doa yang dipanjatkan sepanjang perayaan berlangsung.

Dalam khotbahnya, Rm. Edmundus Sako, Pr mengajak umat untuk merenungkan makna kehadiran Bunda Maria di tengah kehidupan umat beriman. Ia menegaskan bahwa kunjungan Bunda Maria bukan sekadar simbol rohani, melainkan tanda kasih dan kerinduan seorang ibu kepada anak-anaknya.

“Siapakah bapak dan mama sehingga Bunda Allah datang mengunjungi kalian di tempat ini,” ungkap Rm. Edmundus dalam refleksi khotbahnya yang disampaikan di hadapan umat.

Menurutnya, kedatangan Bunda Maria membawa pesan damai, syukur, pujian, serta doa bagi seluruh umat Allah. Kehadiran Maria, kata dia, menjadi pengingat bahwa Tuhan selalu menyertai umat-Nya melalui kasih seorang ibu yang penuh perhatian dan kelembutan.

Romo Edmundus Sako yang akrab disapa Romo Mundus itu juga menekankan pentingnya menghargai sosok ibu dalam kehidupan keluarga maupun kehidupan beriman. Ia mengingatkan bahwa setiap manusia lahir dari rahim seorang ibu yang mulia dan dikaruniai kehidupan melalui kasih serta pengorbanannya.

“Harus diingat bahwa kita wajib menghargai seorang ibu, karena dari rahim yang kudus itu kita semua dilahirkan dan mendapatkan kehidupan,” tegasnya dalam khotbah tersebut.

Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk meneladani kehidupan Bunda Maria yang dikenal sebagai pribadi sederhana, rendah hati, dan penuh kasih. Menurutnya, sikap hidup Maria menjadi contoh nyata bagi umat Kristiani dalam membangun kehidupan keluarga dan lingkungan yang harmonis.

“Bunda Maria adalah perempuan sederhana yang dipersiapkan dan dipilih menjadi Bunda Tuhan kita. Mari belajar dari sosoknya yang rendah hati, sederhana, dan penuh kasih,” ujar Romo Mundus menutup refleksi khotbahnya.

Usai perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan makan dan minum bersama antara pastor, pengurus lingkungan, para Ketua KUB, dan seluruh umat yang hadir. Momen kebersamaan itu berlangsung hangat dan penuh sukacita sebagai bentuk persaudaraan umat dalam kehidupan menggereja.

Ketua Lingkungan St. Petrus Sap’an menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas keterlibatan seluruh umat dalam menyukseskan Misa Bulan Maria tahun ini. Dengan jumlah kehadiran yang diperkirakan mencapai ratusan orang, perayaan tersebut dinilai menjadi bukti kuatnya iman dan semangat persatuan umat di Lingkungan St. Petrus Sap’an, Paroki MOG Kiupukan.