Kamis, 14 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Menyambut Sang Bunda di Bulan Maria: Umat St. Petrus Sapan Bersatu dalam Iman dan Kasih
Persiapan Penjemputan Patung Bunda Maria
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 14 May 2026 - Views: 75
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/Koka Masan
Suasana penuh iman dan sukacita menyelimuti Lingkungan St. Petrus Sap’an, Paroki Paroki Kiupukan, Dekanat Dekennat Kefamenanu, Keuskupan Keuskupan Atambua, pada Kamis, 14 Mei 2026. (Dok : Koka Masan // Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM—SAP'AN,— Suasana penuh iman dan sukacita menyelimuti Lingkungan St. Petrus Sap’an, Paroki Paroki Kiupukan, Dekanat Kefamenanu, Keuskupan Keuskupan Atambua, pada Kamis, 14 Mei 2026. Seluruh umat tampak berbondong-bondong datang untuk mempersiapkan penyambutan Patung Bunda Maria dalam momentum Bulan Maria yang diperingati setiap bulan Mei oleh Gereja Katolik.

Sejak dua hari terakhir, umat Lingkungan St. Petrus Sap’an bersama para keluarga dan kaum muda mulai melakukan berbagai persiapan. Mereka membersihkan lingkungan, menghias tempat doa, serta menyiapkan altar sederhana namun penuh makna sebagai bentuk penghormatan kepada Bunda Maria, yang diyakini sebagai Ibu Tuhan dan Bunda Gereja.

Puncak penyambutan dijadwalkan berlangsung pada sore hari tepat pukul 16.00 WITA, ketika Patung Bunda Maria akan diarak dan diterima secara resmi dari Lingkungan Nispukan B menuju Lingkungan Sap’an. Momentum ini menjadi bagian dari devosi umat Katolik selama Bulan Maria yang selalu dirayakan dengan doa Rosario, perarakan, dan kunjungan Patung Bunda Maria dari lingkungan ke lingkungan.

Ketua Lingkungan St. Petrus Sap’an, Apolo Moensaku, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas kunjungan Bunda Maria ke lingkungan yang dipimpinnya. Menurutnya, kehadiran Patung Bunda Maria membawa sukacita dan penguatan iman bagi seluruh umat.

“Kami sangat bergembira karena Bunda Maria mengunjungi kami di lingkungan ini,” ujar Apolo Moensaku kepada media ini, Kamis, 14 Mei 2026.

Di sela-sela kegiatan persiapan, Apolo juga menyampaikan bahwa seluruh umat bekerja dengan penuh semangat dan ketulusan hati. Selama dua hari terakhir, umat tanpa mengenal lelah bergotong royong menyiapkan tempat terbaik sebagai bentuk cinta dan penghormatan kepada Bunda Maria.

“Sudah dua hari lamanya kami menyiapkan tempat yang istimewa untuk Bunda,” ungkapnya penuh kegembiraan sambil menyaksikan umat yang terus sibuk menyelesaikan dekorasi dan perlengkapan doa, ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dekorasi, Henrdro Lake, turut memberikan apresiasi kepada seluruh umat Lingkungan St. Petrus Sap’an yang dinilainya tetap kompak dan bersatu dalam setiap proses persiapan. Menurutnya, kekompakan umat menjadi cerminan hidup menggereja yang bertumbuh dalam kasih dan pelayanan.

Ia mengatakan bahwa seluruh umat, baik orang tua, kaum muda maupun anak-anak, terlibat aktif dalam pekerjaan bersama. Kebersamaan tersebut dinilai menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan umat yang harmonis dan penuh semangat persaudaraan.

Henrdro juga berharap agar kunjungan dan kehadiran Bunda Maria di KUB 1, tepatnya di rumah Mama Roswita Naisau, dapat menjadi kesempatan bagi seluruh umat untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Ia mengajak umat agar mengambil bagian secara aktif dengan iman dan kepercayaan sebagai Umat Allah yang hidup dalam ajaran Gereja Katolik, sehingga Bulan Maria tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat kehidupan rohani dan persaudaraan umat.