Minggu, 19 Apr 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Polres Manggarai Luncurkan SPPG, Perkuat Program MBG untuk Tekan Stunting di NTT
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 02 Apr 2026 - Views: 57
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/Koka Masan
Komitmen peningkatan gizi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat melalui peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Manggarai yang digelar di SMA Negeri 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai. Selasa (31/3/2026)/Istimewa.

LIDAHRAKYAT.COM—MANGGARAI,— Komitmen peningkatan gizi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus diperkuat melalui peluncuran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Manggarai yang digelar pada 31 Maret 2026 di SMA Negeri 2 Langke Rembong, Kabupaten Manggarai.Program ini merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagai langkah strategis dalam menekan angka stunting sekaligus menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

SPPG yang dikelola oleh Bhayangkari tersebut melayani sebanyak 1.253 siswa dan guru, dengan penyediaan makanan bergizi yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan serta konsentrasi belajar di lingkungan sekolah.

Kapolda NTT, Rudi Darmoko, menegaskan bahwa kehadiran SPPG menjadi wujud nyata keterlibatan Polri dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di luar tugas utamanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Polri tidak hanya berperan dalam menjaga keamanan, tetapi juga hadir untuk mendukung kesejahteraan masyarakat melalui program-program sosial yang berdampak langsung,” ujar Rudi Darmoko dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya penurunan angka stunting di wilayah NTT yang masih menjadi perhatian bersama.

Dengan peresmian SPPG Polres Manggarai ini, jumlah total SPPG di Kabupaten Manggarai kini mencapai 27 unit, yang diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat dan memperkuat upaya peningkatan gizi secara berkelanjutan.

Keberadaan SPPG ini juga mendapat respons positif dari pihak sekolah dan masyarakat setempat yang menilai program tersebut sangat membantu dalam pemenuhan kebutuhan gizi harian peserta didik. Selain itu, program ini dinilai mampu meringankan beban orang tua serta menjadi langkah konkret dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan produktif. Ke depan, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan program ini. Upaya kolaboratif tersebut diyakini akan semakin mempercepat terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju visi besar Indonesia Emas 2045.