Rabu, 11 Feb 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Merawat Amanah, Menyemai Keberkahan: Refleksi atas RAT Paripurna XXII BMT NU Jawa Timur
Inspirasi Indonesia Maju
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Sorot - 10 Feb 2026 - Views: 84
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto. km
Suasana RAT Paripurna XXII KSPP Syariah BMT NU

LIDAHRAKYAT.COM - Di tengah denyut spiritualitas yang baru saja menggema dari Mujahadah Kubro Nahdlatul Ulama di Malang, gema lain bergema dari Graha Nuansa Gapura. Senin, 9 Februari 2026, menjadi saksi bagaimana semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi umat berpadu dalam satu ruang: Rapat Anggota Tahunan (RAT) Paripurna XXII KSPPS BMT NU Jawa Timur. Sebuah perhelatan yang bukan sekadar agenda administratif, melainkan momentum spiritual-ekonomis yang meneguhkan makna “merawat amanah, melangkah bersama, bermanfaat untuk anggota.”

Ribuan anggota dari 116 kantor cabang di 12 kabupaten hadir, bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai saksi hidup dari perjalanan panjang lembaga keuangan syariah yang tumbuh dari rahim pesantren dan nilai-nilai Nahdlatul Ulama. Di bawah kepemimpinan Masyudi Kanzillah, BMT NU Jatim menjelma menjadi simbol kemandirian ekonomi umat yang berakar pada nilai-nilai kejujuran, gotong royong, dan keberkahan.

RAT Paripurna XXII ini bukan sekadar laporan angka dan neraca, melainkan cermin dari perjalanan spiritual ekonomi yang menautkan dunia dan akhirat. Di hadapan para pejabat kementerian, tokoh masyarakat, dan budayawan D. Zawawi Imron, acara ini menjelma menjadi ruang pertemuan antara nilai dan realitas, antara idealisme dan kerja nyata.

Dalam setiap kata sambutan, tersirat kesadaran bahwa koperasi bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan wadah perjuangan sosial. Ia adalah ladang tempat menanam kepercayaan, menyiramnya dengan keikhlasan, dan memanen keberkahan. Ketika Masyudi Kanzillah mengucapkan terima kasih kepada anggota, sesungguhnya ia sedang menegaskan bahwa kekuatan BMT NU Jatim bukan terletak pada modal finansial, melainkan pada modal sosial: kesetiaan, kepercayaan, dan kebersamaan.

Penghargaan yang diberikan kepada kantor cabang berprestasi bukan sekadar simbol apresiasi, tetapi juga penegasan bahwa kerja keras dan dedikasi adalah bagian dari ibadah. Dalam bingkai syariah, setiap transaksi bukan hanya soal untung dan rugi, tetapi juga soal halal dan berkah. Kehadiran tokoh-tokoh penting dari berbagai kalangan memperlihatkan bahwa BMT NU Jatim telah menjadi simpul strategis dalam ekosistem ekonomi umat. Ia bukan hanya milik warga NU, tetapi milik bangsa yang mendambakan sistem ekonomi yang adil, beretika, dan berkeadaban.

RAT Paripurna XXII ini mengajarkan bahwa amanah bukan sekadar tanggung jawab, melainkan cahaya yang harus dijaga agar tetap menyala di tengah gelapnya tantangan zaman. Dalam dunia yang kian materialistis, BMT NU Jatim hadir sebagai oase nilai, tempat di mana ekonomi dan spiritualitas bersatu dalam harmoni.

Dari Graha Nuansa Gapura, gema itu bergaung: bahwa merawat amanah berarti menjaga kepercayaan, melangkah bersama berarti meneguhkan solidaritas, dan bermanfaat untuk anggota berarti menebar keberkahan bagi semesta. Sebab, di balik setiap angka dalam laporan RAT, tersimpan doa, kerja keras, dan cinta yang tak terhitung nilainya. (Dewi Farah)