LIDAHRAKYATCOM,— Ikatan Mahasiswa Timor Tengah Utara (IMATTU) Jakarta akan menggelar kegiatan pelantikan dan diskusi publik pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meneropong Dinamika Pembangunan TTU: Refleksi Kritis Diaspora dan Agenda Transformasi Daerah”, sebagai ruang untuk membahas perkembangan pembangunan Timor Tengah Utara (TTU) dari perspektif mahasiswa dan diaspora.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai itu akan dilaksanakan di Aula Perguruan St. Paulus, Gambir, Jakarta Pusat. Agenda tersebut menjadi bagian penting bagi IMATTU Jakarta untuk memperkuat peran organisasi mahasiswa asal TTU di Jakarta, sekaligus membangun ruang dialog yang kritis dan konstruktif mengenai arah pembangunan daerah.
Diskusi publik itu menghadirkan sejumlah narasumber dengan latar belakang akademik dan profesional. Mereka antara lain Dr. Laurensius Ataupah, SH., MH., Dr. Silverius C.J.M. Lake, S.Fil., M.Hum., serta Dr. Frederik Fios, S.Fil., M.Th. Kehadiran para narasumber diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta dalam melihat tantangan, peluang, serta agenda pembangunan TTU ke depan.
Selain menghadirkan narasumber, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan sejumlah pengurus atau kader IMATTU Jakarta. Mereka yang tampil dalam agenda kegiatan antara lain Marianus K. Haukilo, S.Si., Handryanus Lelan, Agata Venansia Teme, dan Flavianus Kefi. Pelantikan ini menjadi momentum regenerasi sekaligus penguatan organisasi mahasiswa TTU yang berada di Jakarta.
Tema yang diangkat dinilai relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah yang terus bergerak menghadapi berbagai perubahan. Refleksi kritis dari diaspora, khususnya mahasiswa dan kaum intelektual asal TTU, dapat menjadi bagian dari kontribusi pemikiran untuk mendorong pembangunan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.
Melalui forum tersebut, IMATTU Jakarta tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai peserta diskusi, tetapi juga sebagai kelompok intelektual muda yang memiliki tanggung jawab moral terhadap daerah asal. Ruang diskusi publik diharapkan mampu mempertemukan gagasan, pengalaman, dan pandangan yang berbeda sehingga menghasilkan perspektif baru mengenai agenda transformasi daerah.
Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan antara generasi muda TTU di perantauan dengan dinamika pembangunan di daerah. Diaspora mahasiswa di Jakarta diharapkan tidak berhenti pada aktivitas akademik, tetapi turut mengambil bagian dalam memberikan gagasan, kritik, dan solusi yang konstruktif bagi kemajuan TTU.
Dengan menggabungkan pelantikan dan diskusi publik, IMATTU Jakarta berupaya menegaskan pentingnya organisasi mahasiswa sebagai ruang kaderisasi, intelektualisasi, dan pengabdian. Melalui momentum tersebut, diharapkan lahir generasi muda TTU yang mampu membaca tantangan zaman secara kritis serta ikut mendorong agenda transformasi daerah menuju pembangunan yang lebih maju dan berkeadilan. (*)
Editor: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil