Minggu, 03 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
May Day 2026: Ratusan Ribu Buruh Padati Monas, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Negara Lindungi Pekerja
Inspirasi Indonesia Maju
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Politik - 03 May 2026 - Views: 6
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/mlu
Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 tercatat sebFoto: Sekitar 400 ribu buruh memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, hari, Jumat (1/5).

LIDAHRAKYAT.COM – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tahun 2026 tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam sejarah Indonesia. Sekitar 400 ribu buruh dari berbagai daerah memadati kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sejak dini hari, Jumat (1/5). Mereka datang membawa atribut serikat pekerja, spanduk tuntutan, serta semangat solidaritas yang membara. Lautan manusia berwarna-warni memenuhi area Monas, menciptakan suasana penuh energi dan kebersamaan. Bagi para buruh, kehadiran mereka bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan bentuk nyata perjuangan kolektif untuk menuntut keadilan, kesejahteraan, dan perlindungan yang lebih baik.

Sekitar pukul 09.00 WIB, Presiden Prabowo Subianto tiba di lokasi acara dan disambut riuh tepuk tangan serta kibaran bendera dari berbagai serikat pekerja. Antusiasme massa mencerminkan harapan besar terhadap kepemimpinan nasional dalam menjawab tantangan dunia ketenagakerjaan yang kian kompleks. Acara dimulai dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Ratusan ribu peserta berdiri tegak, menyanyikan lagu dengan penuh semangat. Suasana haru dan bangga menyelimuti kawasan Monas, menegaskan makna Hari Buruh sebagai momentum persatuan dan solidaritas nasional. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas undangan untuk hadir langsung di tengah para buruh. Ia menyebut kehadirannya sebagai kehormatan besar sekaligus kesempatan untuk mendengarkan aspirasi pekerja secara langsung.

“Hari ini adalah hari perjuangan kaum buruh. Ini kehormatan bagi saya bisa hadir di tengah saudara-saudara sekalian,” ujar Prabowo di hadapan massa.

Presiden menegaskan bahwa perjuangan buruh merupakan bagian tak terpisahkan dari perjuangan bangsa Indonesia. Negara, katanya, harus berdiri di garis depan untuk melindungi para pekerja dan memastikan hak-hak mereka terpenuhi.

“Perjuangan buruh adalah bagian dari perjuangan bangsa, dan negara harus berdiri di garis depan untuk melindungi mereka. Kami tidak akan gentar, tidak akan ragu, dan tidak akan menyerah dalam membela kepentingan rakyat Indonesia,” tegasnya.

Prabowo juga menekankan bahwa kesejahteraan buruh menjadi fondasi penting bagi kemajuan negara. Pemerintah, menurutnya, memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk menjamin setiap pekerja memperoleh kehidupan yang layak. Ia menambahkan, dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk buruh, petani, nelayan, dan pekerja sektor informal merupakan kekuatan utama dalam menjalankan roda pemerintahan dan membangun Indonesia yang lebih adil serta sejahtera.

Peringatan May Day 2026 di Monas pun menjadi simbol kuat dari semangat persatuan nasional. Di tengah hiruk-pikuk tuntutan dan harapan, gema solidaritas buruh menggema, menandai babak baru perjuangan kelas pekerja di Indonesia.