Minggu, 31 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Layanan Hemodialisis Belum Tersedia di TTU, Anggota DPRD Yosef Usfunan Minta Pemda Prioritaskan Anggaran Kesehatan
Kebutuhan Layanan Kesehatan
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 31 May 2026 - Views: 39
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/Koka Masan
Keterangan Foto : Anggota DPRD Kab. TTU Komisi 1, Yosef P.M. Usfunan, S.H. (Dok : Koka Masan // Lidah Rakyat )

LIDAHRAKYAT.COM – KEFAMENANU — Kebutuhan akan layanan hemodialisis (cuci darah) di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) semakin mendesak. Hingga saat ini, pasien gagal ginjal kronis di TTU masih harus menjalani terapi cuci darah di luar daerah karena belum tersedianya instalasi hemodialisis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten TTU.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius Yosef P. M. Usfunan, S.H., Anggota DPRD Kabupaten TTU dari Komisi I. Menurutnya, perkembangan teknologi dan layanan kesehatan seharusnya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat, termasuk warga TTU yang membutuhkan pelayanan cuci darah secara rutin.

"Kebutuhan layanan hemodialisis sudah sangat mendesak. Saya memiliki data cukup banyak pasien yang harus menjalani cuci darah secara berkala. Sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu dan menghadapi beban ekonomi yang berat," ujar Yosef kepada media ini, Minggu (31/5/2026) pagi.

Ia menjelaskan bahwa pasien gagal ginjal kronis umumnya harus menjalani terapi hemodialisis sebanyak dua kali dalam seminggu. Karena layanan tersebut belum tersedia di TTU, pasien terpaksa melakukan perjalanan ke daerah lain, terutama ke Atambua, Kabupaten Belu, untuk mendapatkan pelayanan medis yang mereka butuhkan.

Menurut Yosef, situasi tersebut tidak hanya menguras biaya pengobatan, tetapi juga menambah beban hidup pasien dan keluarganya. Bahkan, ada pasien yang terpaksa menyewa tempat tinggal sementara di Atambua agar dapat menjalani terapi secara rutin tanpa harus bolak-balik menempuh perjalanan jauh.

"Sebagian besar pasien adalah petani dan tulang punggung keluarga. Mereka bukan tidak ingin sembuh atau hidup lebih sehat, tetapi kondisi ekonomi dan keterbatasan fasilitas membuat mereka harus berjuang lebih keras. Ini bukan sekadar persoalan kesehatan, tetapi juga persoalan kemanusiaan," tegasnya Yosef Usfunan.

Karena itu, Yosef meminta Pemerintah Kabupaten TTU untuk menjadikan pembangunan Instalasi Layanan Hemodialisis sebagai salah satu prioritas dalam perencanaan dan penganggaran sektor kesehatan daerah. Ia menilai kehadiran fasilitas tersebut akan sangat membantu masyarakat sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di TTU.

Selain mendorong penganggaran dari pemerintah daerah, Yosef juga mengungkapkan adanya rencana kerja sama dengan PT Indo Nusa Jaya sebagai salah satu upaya untuk mempercepat realisasi layanan hemodialisis di RSUD TTU. Kerja sama tersebut diharapkan dapat mendukung penyediaan sarana, prasarana, maupun aspek teknis yang dibutuhkan dalam pengoperasian layanan cuci darah.

"Harapan kami, melalui dukungan pemerintah daerah dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk PT Indo Nusa Jaya, layanan hemodialisis dapat segera hadir di RSUD TTU. Ini adalah kebutuhan nyata masyarakat yang tidak bisa terus ditunda," pungkasnya.

Kehadiran Instalasi Layanan Hemodialisis di RSUD TTU diyakini akan menjadi solusi bagi ratusan pasien yang selama ini harus berjuang menempuh jarak jauh untuk mendapatkan terapi. Lebih dari itu, fasilitas tersebut akan menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, terjangkau, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat TTU.

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil

Komentar (1)
Lambert Usfunan
31 Mei 2026, 07:40 WIB
Mantap Pa' Dewan. Terima kasih atas Pikiran yg cemerlang demi keselamatan masyarakat. Tahun ke tahun tdk pernah ada seorang pejabat Daerah maupun pejabat publik yg memikirkan atau peduli akan kesehatan masyarakat kecil. Terima kasih Pa Dewan utk menyuarakan aspirasi masyarakat. Tuhan Bersamamu 🙏