LIDAHRAKYAT.COM - Masih hangat dalam ingatan tentang pemuda berbakat "Zainullah", asal Pamekasan yang meraih penghargaan Best Applied AI Design dari profesor ternama Tianjin University. Kini, kabar menggembirakan kembali datang dari universitas yang sama. Seolah Tianjin University menjadi saksi bisu bagaimana putra-putra Madura menorehkan tinta emas di lembar sejarah ilmu pengetahuan dunia. Kali ini, nama yang bersinar adalah Hadiatullah—putra daerah asal Pamekasan, Pulau Madura—yang berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) sekaligus dinobatkan sebagai lulusan terbaik Program Doktor Jurusan Applied Chemistry di Tianjin University, Tiongkok.
Hadiatullah bukan sekadar ilmuwan muda yang menaklukkan rumus dan reaksi kimia, tetapi juga simbol harmoni antara ilmu dan iman. Latar belakangnya sebagai alumnus Ma’had Tahfidz Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan menjadi bukti bahwa pesantren bukan hanya tempat menanamkan nilai-nilai spiritual, tetapi juga lahan subur bagi tumbuhnya intelektual yang berwawasan global. Dari lantunan ayat-ayat suci di serambi pesantren hingga eksperimen ilmiah di laboratorium internasional, Hadiatullah meniti jalan panjang yang menghubungkan langit keimanan dengan bumi pengetahuan.
Dalam perspektif ilmiah, prestasi Hadiatullah menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai religius dapat menjadi fondasi kuat bagi pengembangan sains modern. Ketekunan yang diasah melalui hafalan Al-Qur’an melatih daya fokus dan disiplin mental—dua hal yang menjadi kunci dalam riset ilmiah. Konsistensi belajar yang ia tunjukkan adalah cerminan dari prinsip scientific perseverance, yakni keteguhan dalam mencari kebenaran ilmiah meski dihadapkan pada tantangan dan kegagalan.
Secara sosiologis, keberhasilan ini juga menegaskan bahwa daerah bukanlah batas, melainkan titik awal. Madura, yang sering digambarkan sebagai tanah keras dan kering, justru melahirkan generasi yang lentur dalam berpikir dan tangguh dalam berjuang. Dari tanah garam itu, lahir kristal kejernihan ilmu yang kini memantulkan cahaya hingga ke negeri tirai bambu.
Prestasi Hadiatullah adalah bukti konkret bahwa sumber daya manusia Madura memiliki potensi luar biasa untuk bersaing di kancah internasional. Ia menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi besar, menembus batas geografis, dan menjadikan ilmu pengetahuan sebagai jalan pengabdian. Dalam dirinya, tersimpan pesan bahwa ilmu bukan hanya alat untuk mencapai kemuliaan pribadi, tetapi juga sarana untuk mengangkat martabat bangsa.
Kini, dunia menoleh ke arah Madura—bukan karena kerasnya ombak di pesisirnya, melainkan karena gemerlap cahaya ilmu yang lahir dari sanubari anak-anaknya. Hadiatullah telah membuktikan bahwa dari pesantren yang sederhana, bisa lahir ilmuwan yang mengguncang dunia akademik global. Sebuah simfoni indah antara akal dan iman, antara laboratorium dan langgar, antara Madura dan dunia. (Dewi Farah )
3.10K
141