Selasa, 05 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Dari Tukang Ojek Gang Kiupukan ke Misi Perdamaian Dunia: Perjalanan Hidup Pratu Aloysius Virgo Djuki
Kisah Seorang TNI AD
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 05 May 2026 - Views: 400
image empty
Dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan Foto: Pratu Aloysius Firgo Djuki waktu masih menjalankan tugas internasional sebagai bagian dari pasukan perdamaian PBB di Afrika Tengah, tepatnya di Kongo pada tahun 2024. (Dok : Istimewa)

LIDAHRAKYAT.COM—TIMOR TENGAH UTARA,— Perjalanan hidup seseorang kerap menyimpan cerita yang tak terduga. Itulah yang tergambar dari sosok Pratu Aloysius Virgo Djuki, seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang lahir di Kiupukan pada 18 November 2001. Di balik seragam loreng yang kini dikenakannya, tersimpan kisah sederhana namun penuh makna tentang kerja keras, ketekunan, dan keberanian bermimpi.

Pratu Aloysius Virgo Djuki, yang akrab disapa Igo, tumbuh dan besar di kampung Nunsena-Oelolok, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam lingkungan keluarga yang menjunjung tinggi pendidikan dan nilai-nilai kehidupan. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara, buah hati pasangan Agustinus K. Djuki, S.Pd., SD dan Maria Angela Tafin, S.Pd. Dalam keluarganya, semangat untuk maju telah tertanam sejak dini.

Riwayat pendidikan Igo dimulai dari SDK Oelolok, tempat ia menamatkan pendidikan dasar pada 2013. Ia kemudian melanjutkan ke SMPN I Insana dan lulus pada 2017, sebelum akhirnya menyelesaikan pendidikan di SMAN I Insana pada 2020. Di masa sekolah, ia dikenal sebagai pribadi aktif dengan minat besar pada bela diri, khususnya INKAI, yang turut membentuk karakter disiplin dalam dirinya.

Namun jalan menuju cita-citanya tidak selalu mulus. Sebelum mengenakan seragam TNI, Igo sempat menjalani kehidupan sebagai tukang ojek di pangkalan Gang Cabang Kiupukan. Profesi itu dijalaninya dengan penuh tanggung jawab, tanpa rasa malu, dan justru menjadi ruang pembelajaran hidup yang berharga.

Sebagai tukang ojek, Igo dikenal ramah, sopan, dan memiliki semangat kerja yang tinggi. Ia melayani setiap penumpang dengan sepenuh hati, menjadikan pekerjaannya bukan sekadar mencari penghasilan, tetapi juga membangun relasi dan kepercayaan. Sikap inilah yang kemudian menjadi fondasi kuat dalam perjalanan hidupnya.

Tahun 2020 menjadi titik balik dalam hidup Igo. Ia mengikuti seleksi TNI Angkatan Darat, sebuah langkah besar yang dilandasi tekad dan keberanian. 

Pada kesempatan pertama, ia berhasil lolos dan mengukir kebanggaan bagi keluarga besarnya. Keberhasilan itu menjadi bukti bahwa kerja keras tidak pernah mengkhianati hasil.

Karier militernya dimulai dengan penugasan di Yonif 406 yang berlokasi di Jawa Tengah. Di satuan tersebut, Igo terus mengasah kemampuan dan menunjukkan dedikasinya sebagai prajurit. Ia menjalani setiap tugas dengan penuh tanggung jawab, mencerminkan karakter tangguh yang telah terbentuk sejak masa mudanya.

Puncak perjalanan kariernya terjadi pada tahun 2024, ketika ia mendapat kepercayaan untuk menjalankan tugas internasional sebagai bagian dari pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Afrika Tengah, tepatnya di Kongo. Penugasan ini bukan hanya kehormatan, tetapi juga tantangan besar yang menuntut profesionalisme dan integritas tinggi.

Setelah menyelesaikan tugasnya di luar negeri, Igo kembali ke tanah air pada Juli 2025. Ia kemudian melanjutkan pengabdiannya di satuan asalnya, Yonif 406. Kepulangannya membawa kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat di kampung halamannya.

Kisah Pratu Aloysius Firgo Djuki menjadi inspirasi nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita. Dari seorang tukang ojek sederhana hingga menjadi prajurit yang mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, perjalanan hidupnya adalah bukti bahwa mimpi besar selalu berawal dari langkah kecil yang berani.