Minggu, 07 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Bupati dan Wakil Bupati TTU Bersama Kakanwil Imigrasi NTT Tinjau Pos Perbatasan, Perkuat Layanan Keimigrasian.
Kunjungan Kerja di Wilayah Perbatasan.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 07 Jun 2026 - Views: 88
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/Koka Masan
Keterangan Foto : Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus memperkuat pelayanan publik di wilayah perbatasan. Pada Rabu, 3 Juni 2026, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, bersama Wakil Bupati Kamillus Elu dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Arvin Gumilang, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pos imigrasi di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste. (Dok : Istimewa)

LIDAHRAKYAT.COM —KEFAMENANU,– Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus memperkuat pelayanan publik di wilayah perbatasan. Pada Rabu, 3 Juni 2026, Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, bersama Wakil Bupati Kamillus Elu dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur, Arvin Gumilang, melakukan kunjungan kerja ke sejumlah pos imigrasi di wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.

Kunjungan tersebut mencakup Pos Imigrasi Haumeni Ana, Pos Napan, dan Pos Imigrasi Aplasi. Agenda ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mempersiapkan peningkatan layanan keimigrasian di Kabupaten TTU, khususnya menjelang penguatan operasional Kantor Imigrasi yang akan melayani masyarakat dari Kelurahan Aplasi, Kecamatan Kota Kefamenanu.

Dalam peninjauan lapangan itu, rombongan melihat secara langsung kondisi fasilitas, sarana, dan prasarana yang tersedia pada setiap pos imigrasi. Evaluasi dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur dalam mendukung pelayanan keimigrasian yang lebih efektif dan profesional di kawasan perbatasan negara.

Bupati Yosep Falentinus Delasalle Kebo menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan keimigrasian merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat TTU, mengingat wilayah tersebut berbatasan langsung dengan negara tetangga, Timor Leste. Karena itu, kehadiran layanan yang lebih dekat dinilai akan memberikan manfaat besar bagi warga.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan publik, keberadaan fasilitas keimigrasian yang semakin memadai juga diharapkan dapat memperkuat pengawasan lalu lintas orang dan aktivitas lintas batas. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan serta ketertiban di kawasan perbatasan negara.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Arvin Gumilang, menyampaikan bahwa penguatan pelayanan imigrasi di TTU merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau oleh masyarakat, terutama yang tinggal di wilayah perbatasan.

Menurutnya, peningkatan kapasitas layanan akan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus paspor maupun berbagai dokumen keimigrasian lainnya. Dengan demikian, warga tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh ke Kabupaten Belu untuk mendapatkan layanan tersebut.

Di sisi lain, penguatan layanan keimigrasian juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap pembangunan daerah. Kemudahan akses layanan publik dinilai dapat mendukung pertumbuhan ekonomi, meningkatkan mobilitas masyarakat, serta memperkuat konektivitas kawasan perbatasan.

Kunjungan kerja tersebut sekaligus menjadi momentum untuk mempererat koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten TTU dengan Direktorat Jenderal Imigrasi. Kolaborasi kedua pihak dinilai penting guna memastikan seluruh program pelayanan keimigrasian dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Melalui langkah ini, Pemerintah Kabupaten TTU dan Direktorat Jenderal Imigrasi berharap masyarakat dapat merasakan manfaat pelayanan yang lebih dekat, cepat, dan berkualitas. Upaya tersebut juga menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung pembangunan kawasan perbatasan yang maju, aman, dan berdaya saing.

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil