Rabu, 29 Jul 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Wabup TTU Bekali 1.645 Mahasiswa Baru Unimor: Bela Negara Dimulai dari Integritas dan Pengabdian
Wabup Kamilus Elu dorong mahasiswa baru berintegritas, mencintai budaya, dan siap mengabdi bagi pembangunan perbatasan.
Penulis: Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil
Peristiwa - 29 Jul 2026 - Views: 21
image empty
dok.lidahrakyat.com/Koka Masan
Keterangan foto: Wakil Bupati TTU Kamilus Elu saat memberikan materi PKKMB kepada 1.645 mahasiswa baru Universitas Timor, Rabu (29/7/2026). (Dokumentasi : Lidah Rakyat)

LIDAHRAKYAT.COM — KEFAMENANU,— Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Kamilus Elu, S.H., mengajak 1.645 calon mahasiswa baru Universitas Timor (Unimor) menjadikan dunia kampus sebagai ruang pembentukan karakter, integritas, dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Pesan tersebut disampaikan saat dirinya menjadi narasumber dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unimor Tahun 2026 di halaman depan Lapangan Terpadu Kampus Unimor, Rabu (29/7/2026).

Kegiatan PKKMB tahun ini mengusung tema “Transformasi Generasi Digital Menuju Mahasiswa Berdampak untuk Akselerasi Pembangunan di Wilayah Perbatasan NKRI–RDTL.” Tema tersebut dinilai relevan dengan tantangan generasi muda yang hidup di tengah perkembangan teknologi digital sekaligus memiliki tanggung jawab membangun daerah perbatasan.

Dalam kesempatan itu, Wabup Kamilus  memperkenalkan salam khas Kabupaten TTU, “Salu Miomaffo-Kuluan Maubes.” Menurutnya, salam tersebut bukan sekadar ungkapan komunikasi, melainkan bagian dari sejarah, identitas, dan kekayaan budaya daerah yang perlu diketahui serta diwariskan kepada generasi muda.

Kamilus juga mengingatkan mahasiswa baru bahwa memasuki perguruan tinggi berarti terjadi perubahan besar dalam kehidupan mereka. Dari seorang siswa, mereka kini dipersiapkan menjadi insan intelektual yang memiliki kemampuan berpikir kritis, bertanggung jawab, serta mampu memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat.

Ia menegaskan, semangat bela negara pada era sekarang tidak selalu diwujudkan melalui tindakan heroik, tetapi dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Menghormati orang tua dan dosen, tekun belajar, menjaga perilaku, menaati aturan, serta aktif mengambil bagian dalam kehidupan masyarakat merupakan bentuk nyata bela negara yang dapat dilakukan mahasiswa.

Pesan tersebut semakin kuat ketika Kamilus mengaitkannya dengan pengalaman hidup sebagai anak petani. Ia menggambarkan perjuangan seorang petani yang harus bekerja keras, bersabar, dan melalui proses panjang sebelum menikmati hasil panen. Nilai kerja keras, ketekunan, pengorbanan, dan kesabaran itu, kata dia, seharusnya menjadi karakter mahasiswa selama menempuh pendidikan tinggi.

Di hadapan para mahasiswa baru, Kamilus juga menaruh perhatian pada keberlangsungan budaya lokal. Mahasiswa, terutama generasi muda Pulau Timor, diajak untuk tidak meninggalkan bahasa daerah, khususnya Bahasa Dawan. Menurutnya, kemajuan teknologi dan pendidikan harus berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas budaya agar tidak tergerus perubahan zaman.

Kamilus menekankan bahwa setiap profesi pada dasarnya merupakan bentuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Karena itu, mahasiswa diminta mempersiapkan diri sejak dini agar kelak mampu menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab, baik sebagai aparatur sipil negara, guru, tenaga kesehatan, dokter, akademisi, maupun profesi lainnya.

Selain kecerdasan akademik, ia mengingatkan pentingnya membangun fondasi moral dan spiritual. Mahasiswa diharapkan meningkatkan iman kepada Tuhan Yang Maha Esa, membiasakan diri bersikap jujur, mampu mengendalikan diri, menjaga hati, serta menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap tindakan.

Nilai gotong royong, toleransi, musyawarah, dan keadilan sosial juga menjadi bagian penting dari pesan yang disampaikan. Kamilus mendorong mahasiswa membangun kemampuan bekerja dalam tim, saling peduli, menghargai perbedaan pendapat, serta memiliki kepedulian terhadap kebersihan dan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

Menutup pemaparannya, Kamilus mengajak mahasiswa baru mengisi masa perkuliahan dengan berbagai kegiatan yang membangun dan menjauhkan diri dari pergaulan yang dapat merusak masa depan. Ia juga mendorong mahasiswa ikut melestarikan seni dan budaya daerah, termasuk seni tari tradisional, sebagai bentuk kecintaan terhadap identitas daerah.

Penyampaian materi yang berlangsung sekitar 50 menit itu kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Wabup Bupati TTU berharap 1.645 mahasiswa baru Unimor tidak hanya tumbuh menjadi lulusan berpendidikan tinggi, tetapi juga tampil sebagai generasi perubahan yang berkarakter, berintegritas, memiliki kepedulian sosial, serta mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan TTU sebagai salah satu wilayah perbatasan NKRI–RDTL. (*)

 

Editor : Oktovianus Arkyan Masan, S.Fil