LIDAHRAKYAT.COM—KEFAMENANU,— Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terus mengakselerasi peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya bagi tenaga pendidik jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah daerah dalam memperkuat fondasi pendidikan sekaligus menjawab tantangan peningkatan mutu pembelajaran di wilayah perbatasan. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, penguatan kapasitas guru ini menjadi fokus kebijakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU sepanjang tahun anggaran 2026, termasuk dalam pelaksanaan berbagai program yang berjalan sejak awal tahun hingga April 2026.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan TTU, Beato Yosep Frent Omenu, S.STP, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus berkomitmen memastikan para guru memiliki kapasitas yang memadai dalam menjalankan tugas profesionalnya.
“Peningkatan kapasitas guru menjadi prioritas, sehingga mereka mampu menghadirkan proses pembelajaran yang berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Pemanfaatan anggaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) disebut menjadi salah satu instrumen penting dalam mendukung berbagai program peningkatan kompetensi guru. Anggaran tersebut tidak hanya difokuskan pada kebutuhan operasional sekolah, tetapi juga diarahkan untuk mendanai kegiatan pelatihan, workshop, dan pengembangan metode pembelajaran. Selain itu, Pemda TTU juga memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga internasional, guna memperkuat kapasitas tenaga pendidik secara berkelanjutan. Salah satu program strategis yang dijalankan adalah kemitraan dengan lembaga swadaya masyarakat dari Australia melalui Program Inovasi Untuk Anak Sekolah Indonesia (Inovasi), yang aktif dilaksanakan dalam berbagai kegiatan sepanjang tahun 2026. Program ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti bimbingan teknis (bimtek), pelatihan rutin, serta pendampingan guru dalam menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif.
“Melalui program ini, guru didorong untuk lebih kreatif dan adaptif dalam mengelola proses belajar mengajar di kelas,” kata Beato Yosep.
Penguatan kompetensi guru juga didukung oleh peran Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) serta Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK/BGP) sebagai unit pelaksana teknis yang memberikan pelatihan dan pendampingan profesional. Keterlibatan lembaga-lembaga tersebut dinilai penting dalam memastikan standar mutu pendidikan dapat tercapai secara merata di seluruh wilayah TTU. Di sisi lain, peningkatan literasi menjadi fokus utama, terutama bagi guru Sekolah Dasar sebagai ujung tombak pembelajaran dasar bagi siswa.
Program literasi ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan membaca, memahami, serta mengolah informasi sebagai bekal utama dalam proses belajar. Kemitraan melalui Program Inovasi yang merupakan kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia direncanakan berlangsung hingga tahun 2028.
Dengan berbagai upaya yang terus digencarkan sejak awal tahun hingga April 2026 tersebut, Pemerintah Kabupaten TTU optimistis kualitas pendidikan akan terus meningkat serta mampu melahirkan generasi yang unggul, berdaya saing, dan siap menghadapi tantangan global.
3.20K
141