LIDAHRAKYAT.COM—TIMOR TENGAH UTARA,—Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.Ip., M.A., memberikan arahan strategis kepada jajaran sektor kesehatan dalam upaya memperkuat kualitas pelayanan publik di daerah perbatasan. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati TTU, Kamis (26/3/2026), dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan utama di bidang kesehatan.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut Plh. Sekda TTU Trinimus Olin, S.T., M.T., Asisten I Setda TTU Drs. Kristoforus Ukat, M.M., Plh. Kepala BKPSDM TTU Ignasius L.Ol Sea, S.Sos, Plt. Kepala Dinas Kesehatan TTU Pauyulia Alfira, SST, Plt. Direktur RSUD Kefamenanu dr. Adrianus Antonius Berkanis Abi, serta Direktur RS Pratama Ponu dr. Theresia Mulowato, bersama para kepala puskesmas se-Kabupaten TTU.
Dalam arahannya, Bupati yang akrab disapa Falent itu menyoroti perlunya reformasi dalam sistem pembayaran pelayanan kesehatan, khususnya di puskesmas wilayah perbatasan yang kerap menangani pasien rujukan dari Timor Leste. Menurutnya, dinamika pelayanan lintas negara menuntut adanya sistem yang adaptif, transparan, dan berkelanjutan.
“Perubahan sistem pembayaran harus segera dilakukan agar pelayanan di puskesmas, terutama di wilayah perbatasan, dapat berjalan lebih efektif dan tidak membebani fasilitas kesehatan kita,” tegasnya.
Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya disiplin waktu dalam pelayanan kesehatan sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada masyarakat. Ia mengingatkan bahwa kualitas pelayanan tidak hanya diukur dari fasilitas, tetapi juga dari komitmen dan etos kerja tenaga kesehatan.
“Disiplin adalah kunci. Jangan sampai masyarakat datang mencari pelayanan, tetapi justru kecewa karena keterlambatan atau kurangnya kesiapan petugas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati Falent menggarisbawahi pentingnya membangun tim kerja yang solid di setiap puskesmas dan rumah sakit. Ia menilai, kolaborasi internal yang kuat akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat.
“Bangun tim kerja yang kompak. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Pelayanan kesehatan adalah kerja kolektif yang membutuhkan koordinasi dan kepercayaan,” ungkapnya.
Dalam konteks peningkatan pendapatan daerah, Bupati juga menegaskan agar mekanisme rujukan pasien dari puskesmas ke RSUD Kefamenanu tetap dijalankan secara optimal. Hal ini dinilai penting untuk mendukung potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Rujukan ke RSUD Kefamenanu harus tetap dipertahankan dan dikelola dengan baik. Ini bukan hanya soal pelayanan, tetapi juga bagian dari strategi meningkatkan PAD daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, Bupati memberikan apresiasi kepada sejumlah puskesmas yang telah menghadirkan taman sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pelayanan yang nyaman. Ia mengungkapkan telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa puskesmas dan menerima langsung masukan dari masyarakat.
“Saya melihat sendiri beberapa puskesmas sudah mulai berbenah. Taman-taman yang dibuat memberi kenyamanan bagi pasien. Ini langkah kecil, tetapi berdampak besar bagi psikologis masyarakat,” pungkasnya.
3.21K
141