Kamis, 07 May 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
KUAS Raup Pendapatan Rp187 Miliar di 2025, Laba Bersih Justru Turun Akibat Tekanan Biaya
Inspirasi Indonesia Maju
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Bisnis - 07 May 2026 - Views: 6
image empty
Dok.lidahrakyat.com, foto/mlu

LIDAHRAKYAT.COM – PT Ace Oldfields Tbk (KUAS), emiten produsen alat dan peralatan pengecatan, mencatat kinerja yang kontradiktif sepanjang tahun 2025. Meski pendapatan naik tipis menjadi Rp187,02 miliar dari Rp184,7 miliar, laba bersih justru tergerus menjadi Rp10,5 miliar dari sebelumnya Rp11,3 miliar pada 2024.

Penurunan laba ini menandai adanya tekanan biaya yang mulai menggerus profitabilitas perseroan di tengah persaingan industri yang semakin ketat.

"Meski penjualan tumbuh, kami menghadapi tantangan dari sisi efisiensi biaya yang berdampak pada margin laba bersih," ungkap Direktur KUAS, Albert Kandiawan, dalam Public Expose di Jakarta, Kamis (7/5).

Secara operasional, perseroan masih menunjukkan tren positif. Laba kotor naik menjadi Rp58,5 miliar dari Rp54,2 miliar, mencerminkan permintaan yang tetap terjaga di sektor perlengkapan pengecatan. Total aset juga tumbuh 7,63% menjadi Rp299,37 miliar, memberi sinyal bahwa ekspansi tetap berjalan meski tidak terlalu agresif. Namun, perhatian analis tertuju pada lonjakan liabilitas jangka panjang yang naik signifikan sebesar 25,64%. Kenaikan ini berpotensi menekan arus kas jika tidak diimbangi dengan peningkatan pendapatan yang lebih kuat di tahun-tahun mendatang.

Merespons kondisi tersebut, PT Ace Oldfields menargetkan penjualan Rp192 miliar pada 2026. Target ini relatif moderat, mencerminkan pendekatan hati-hati di tengah ketidakpastian pasar.

Strategi utama difokuskan pada tiga pilar: perluasan jaringan distribusi, penguatan loyalitas pelanggan, dan akselerasi pemasaran digital untuk meningkatkan brand awareness.

"Kami akan memperkuat kolaborasi dengan pabrik cat untuk memperluas jangkauan pasar, sekaligus menjalankan program promosi menarik seperti undian umroh untuk menjaga daya tarik konsumen," jelas Albert.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa perseroan tidak hanya mengandalkan pertumbuhan organik, tetapi juga berupaya memperkuat posisi di ekosistem industri pengecatan yang kompetitif.

Dengan strategi yang telah disusun, prospek PT Ace Oldfields pada 2026 diprediksi cenderung stabil. Namun, tantangan dari sisi efisiensi biaya dan struktur utang tetap menjadi perhatian utama. Di industri yang semakin kompetitif, kemampuan mengendalikan beban operasional akan menjadi kunci. Tanpa pengendalian yang ketat, pertumbuhan penjualan berisiko tidak sepenuhnya tercermin pada peningkatan laba bersih. Pasar akan mengamati apakah strategi distribusi dan digitalisasi yang diusung perseroan mampu mengimbangi tekanan margin yang terjadi, sekaligus menjaga momentum pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi 2026