Kamis, 25 Jun 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Koperasi Produsen HKTI Berdiri di Atas Kekuatan Anggota dan Kolaborasi Multipihak, Petani-Nelayan dari Lahan hingga Meja Konsumen
Kerja Bersama untuk Indonesia Maju
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Sorot - 25 Jun 2026 - Views: 9
image empty
Dok. lidahrakyat.com
Keterangan Foto: Florencio Mario Vieira, MPM. Sekum Koperasi HKTI, Diana Widi Astuti Ketua Umum Koperasi HKTI, Dr. Sudaryono, B. Eng., M.M., MBA Ketua Dewan pembina Koperasi HKTI, Drs. Juniusco Cuaca, MBA. Bendahara Umum HKTI

LIDAHRAKYAT.COM -Koperasi Produsen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia HKTI (KP-HKTI) resmi berdiri pada tanggal 17 Maret 2026 dan dilauching bersamaan dengan momentum HUT HKTI ke 53 pada tanggal 27 April 2026. Koperasi ini berdiri di atas dua pondasi utama: kekuatan anggotanya sendiri dan kolaborasi multipihak. Dengan semangat itu, KP-HKTI menargetkan mendampingi petani dan nelayan mulai dari produksi di sawah dan laut sampai produk sampai ke meja konsumen akhir.

Ketua Umum Koperasi Produsen HKTI Diana Widi Astuti mengatakan kekuatan koperasi lahir dari para anggotanya. Petani dan nelayan di seluruh Nusantara menjadi pemilik sekaligus penggerak utama usaha. Mereka bukan lagi pihak yang menunggu kebijakan, tapi pelaku yang menentukan arah koperasi.

“KP-HKTI percaya, kalau anggotanya kuat dan hasilnya bagus, maka koperasinya pasti sehat. Oleh karena itu kami fokus memastikan petani dan nelayan dapat benih unggul, pupuk, pakan, alat tangkap standar, serta pendampingan teknis sejak awal. Saat panen tiba, hasil diserap koperasi dengan harga yang disepakati di awal. Selanjutnya bisa diolah, kemas, dan salurkan ke pasar modern, restoran, pasar rakyat, sampai ekspor,” kata Diana di Jakarta, Senin 23/6/2026.

Sekretaris Umum KP-HKTI Florencio Mario Vieira, MPM, menegaskan koperasi tidak dapat bekerja sendiri.

“KP-HKTI membuka ruang kolaborasi luas dengan pemerintah, swasta, akademisi, perbankan, dan pegiat teknologi. Kami mendorong KemenkopUKM dan Kementan menjadikan KP-HKTI sebagai contoh integrasi rantai pasok dari hulu ke hilir. Swasta digandeng bukan saja sebagai pembeli (buyer) tetapi juga transfer pengetahuan bisnis professional dan teknologi dalam kerangka kerjasama dengan KP HKTI yang berbasis pendekatan Social Entrepenuer” ujarnya.

Bendahara Umum Drs. Juniusco Cuaca, MBA, menambahkan model ini memotong rantai distribusi yang panjang.

“Dengan model ini nilai tambah tidak berhenti di tengkulak, tapi kembali ke anggota dalam bentuk harga jual lebih baik dan sisa hasil usaha. Integrasi dari hulu ke hilir juga menjaga kepastian serapan hasil panen dan pasokan sarana produksi yang berkualitas. Fokus pada pengolahan dan pengemasan berstandar ekspor membuat produk petani dan nelayan Indonesia punya peluang lebih besar masuk pasar global,” kata Cuaca.

“Semangat kami sederhana: petani kuat, nelayan sejahtera, koperasi hebat, Indonesia berdaulat pangan. Ini kerja nyata yang kami mulai sejak 17 Maret 2026 sebagai langkah menuju Indonesia Emas 2045,” tegas lembut Diana, Ketua Umum HKTI.

KP-HKTI terbuka bagi kelompok tani, koperasi nelayan, gapoktan, dan BUMDesa tani di seluruh Indonesia yang ingin bergabung membangun rantai ekonomi dari hulu sampai hilir bersama-sama.

Koperasi HKTI, Makmur. Indonesia Bangkit.