LIDAHRAKYAT.COM—KEFAMENANU,— Langit harapan akhirnya merekah bagi ribuan tenaga pengabdi di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU). Setelah melewati perjalanan panjang penuh ketidakpastian, Pemerintah Kabupaten TTU secara resmi menyerahkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan kepada 1.323 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Selasa (21/4/2026).
Penyerahan SK yang berlangsung dalam suasana khidmat itu dipimpin langsung oleh Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.I.P., M.A., yang turut menyaksikan perubahan status para tenaga pengabdi menjadi bagian sah dari aparatur pemerintah.
Di balik angka-angka tersebut, tersimpan kisah pengabdian yang tak singkat. Sejumlah PPPK diketahui telah mendedikasikan diri hingga belasan tahun, mengabdi dalam senyap di berbagai lini pelayanan publik, sebelum akhirnya memperoleh pengakuan resmi dari negara.
Momentum ini juga dirangkai dengan penandatanganan perjanjian kerja bagi 1.411 PPPK, yang mencakup 1.206 tenaga paruh waktu, 156 PPPK tahap II, serta 49 PPPK formasi tahun 2021, sebagai bentuk penguatan komitmen dalam menjalankan tugas pelayanan.
Dalam pidatonya, Bupati TTU mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya proses tersebut. Ia menilai, pengangkatan PPPK bukan sekadar pemenuhan prosedur, melainkan bentuk penghormatan atas kesetiaan dan dedikasi panjang para tenaga pengabdi.
“Atas nama pemerintah dan masyarakat TTU, saya menyampaikan profisiat. Hari ini adalah bukti bahwa pengabdian tidak pernah sia-sia,” ucapnya dengan penuh makna.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa status sebagai PPPK merupakan amanah yang sarat tanggung jawab.
“Ini bukan sekadar pengakuan administratif, melainkan panggilan untuk bekerja dengan integritas, kejujuran, dan ketulusan dalam melayani masyarakat,” tegasnya.
Bupati yang akrab disapa Falent itu juga mengingatkan bahwa perjalanan baru saja dimulai. Tantangan ke depan, menurutnya, akan menuntut dedikasi yang lebih tinggi serta komitmen yang tidak setengah hati.
“Jangan pernah merasa selesai ketika SK ini diterima. Justru di sinilah awal pembuktian bahwa saudara layak menjadi pelayan publik yang profesional,” ujar Bupati TTU.
Prosesi penyiraman air yang turut mewarnai kegiatan tersebut menjadi simbol reflektif yang sarat makna. Air, menurut Bupati, merepresentasikan kehidupan, kesucian, sekaligus semangat pembaruan dalam mengemban tugas.
“Air mengalir tanpa pamrih, memberi manfaat tanpa banyak suara. Jadikan itu sebagai cermin dalam bekerja diam, tetapi berdampak,” tuturnya.
Mengakhiri sambutannya, Bupati berharap seluruh PPPK mampu menjadikan momentum ini sebagai tonggak awal pengabdian yang lebih bermartabat, dengan menghadirkan pelayanan yang sederhana namun bermakna bagi masyarakat.
“Bekerjalah dengan hati, hadirkan manfaat, dan buktikan bahwa pengabdian sejati tidak diukur dari kata-kata, tetapi dari karya nyata,” pungkas Bupati Falen.
12 minutes ago
19 minutes ago
3.21K
141