LIDAHRAKYAT.COM—KEFAMENANU,— Yosep Falentinus Delasalle Kebo, S.IP., M.A., yang akrab disapa Falen Kebo atau No Falen, kini menjadi salah satu figur sentral dalam dinamika politik di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Lahir di Wini pada 10 Februari 1977, ia dikenal sebagai sosok pemimpin dengan latar belakang yang kuat, mulai dari militer, akademisi, aktivis sosial, hingga akhirnya dipercaya sebagai kepala daerah. Perjalanan hidup dan kariernya bukanlah sesuatu yang instan. Semua diraih melalui proses panjang yang penuh dedikasi, disiplin, serta keberanian untuk mengambil keputusan besar dalam hidup.
Pengalaman itulah yang membentuk karakter kepemimpinan yang tegas sekaligus berpihak pada masyarakat. Sebelum terjun ke dunia politik, Falen Kebo mengabdi lebih dari dua dekade di lingkungan militer sebagai perwira TNI Angkatan Darat dengan pangkat terakhir Mayor. Dalam kariernya, ia menempati berbagai posisi strategis, khususnya di bidang intelijen, baik di dalam maupun luar negeri.
Pengalaman tersebut ditempa melalui berbagai pelatihan intelijen tingkat tinggi serta penugasan internasional yang turut memperkaya wawasan dan ketajaman analisisnya. Disiplin, strategi, dan ketegasan menjadi nilai utama yang melekat dalam gaya kepemimpinannya hingga kini.
Di bidang akademik, Falen Kebo menunjukkan keseriusannya dalam mengembangkan kapasitas diri. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Hubungan Internasional di Universitas Pasundan dan melanjutkan studi S2 di University of New South Wales, Australia. Kombinasi antara pengalaman militer dan pendidikan global ini menjadi modal penting dalam kiprah kepemimpinannya.
Titik balik besar dalam hidupnya terjadi saat ia memilih pensiun dini dari militer. Keputusan tersebut diambil dengan satu tujuan mulia: kembali ke kampung halaman untuk berkontribusi langsung bagi masyarakat TTU. Ia melihat berbagai persoalan mendasar yang membutuhkan perhatian serius, mulai dari kemiskinan, keterbatasan air bersih, hingga minimnya infrastruktur.
Sebelum masuk ke politik praktis, Falen Kebo lebih dulu membangun fondasi sosial melalui organisasi yang ia dirikan, yaitu Beta Timor. Melalui gerakan ini, ia menghadirkan berbagai program nyata seperti penyediaan mobil jenazah dan peti mati gratis, bantuan bagi masyarakat marginal, pembangunan fasilitas ibadah, serta dukungan di bidang pendidikan dan kesehatan.
Kehadiran Ormas Beta Timor tidak hanya memberikan dampak langsung bagi masyarakat, tetapi juga membangun kepercayaan publik terhadap sosok Falen Kebo. Ia dipandang sebagai pemimpin yang bekerja nyata, bukan sekadar berbicara.
Langkah politiknya dimulai pada Pemilu 2019 sebagai calon legislatif DPR RI dari Partai Berkarya, kemudian berlanjut pada Pilkada TTU 2020 sebagai calon bupati. Meski belum berhasil saat itu, ia tidak mundur. Justru kegagalan tersebut dijadikannya sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat strategi dan jaringan politik.
Puncaknya terjadi pada Pilkada 2024, ketika Falen Kebo berhasil meraih kepercayaan rakyat dan terpilih sebagai Bupati TTU periode 2025–2030. Kemenangan ini menjadi bukti dari perjalanan panjang yang dilandasi kerja keras, konsistensi, dan komitmen terhadap perubahan.
Sebagai bupati, ia dikenal dengan gaya kepemimpinan yang tegas, merakyat, dan berorientasi pada perubahan. Baginya, politik bukan sekadar ruang kekuasaan, melainkan jalan pengabdian untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, sebuah prinsip yang terus ia pegang dalam membangun TTU yang lebih bermartabat, aman, dan sejahtera.
3.20K
141