LIDAHRAKYAT.COM—KEFAMENANU,— Nama Kamillus Elu kini kian dikenal sebagai salah satu figur penting dalam kepemimpinan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Perjalanan hidupnya mencerminkan transformasi panjang—dari dunia pendidikan, meniti karier sebagai advokat di ibu kota, hingga akhirnya kembali ke kampung halaman untuk mengabdi sebagai Wakil Bupati.
Kamillus lahir pada 26 November 1967 di Desa Naekake A, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sebuah wilayah perbatasan Indonesia–Timor Leste.
Tumbuh dari lingkungan sederhana, ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di TTU dan Kupang, sebelum melanjutkan studi hukum di Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan meraih gelar Sarjana Hukum pada 1996.
Bekal akademik tersebut menjadi fondasi kuat dalam perjalanan profesionalnya. Namun, langkah awal karier Kamillus tidak langsung berada di jalur hukum.
Ia sempat mengabdikan diri sebagai tenaga pendidik di sejumlah sekolah di wilayah Jabodetabek pada awal 2000-an, sebelum akhirnya memutuskan menekuni dunia advokasi.
Keputusan itu menjadi titik balik penting. Kamillus berkembang sebagai advokat profesional, bekerja di firma hukum hingga mendirikan kantor hukum sendiri. Dalam praktiknya, ia menangani berbagai perkara serta dipercaya menjadi konsultan hukum bagi sejumlah perusahaan, memperluas jejaring dan pengalamannya di tingkat nasional.
Kariernya semakin matang ketika ia dipercaya mengemban peran strategis sebagai tenaga ahli di DPR RI serta staf ahli bidang hukum di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mendalam tentang tata kelola pemerintahan, legislasi, dan kebijakan publik.
Tak hanya berkiprah secara profesional, Kamillus juga aktif dalam berbagai organisasi. Semasa kuliah, ia pernah menjabat Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum.
Ia juga terlibat dalam organisasi nasional seperti Vox Point Indonesia serta aktif mengadvokasi kepentingan petani dan nelayan. Setelah bertahun-tahun berkarier di Jakarta, Kamillus memilih kembali ke tanah kelahirannya.
Keputusan ini didorong oleh panggilan untuk membangun daerah asal yang selama ini ia rindukan. Momentum itu datang pada Pilkada TTU 2024, saat ia maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Yosep Falentinus Delasalle Kebo.
Pasangan ini berhasil memenangkan kontestasi politik dan dilantik pada 20 Februari 2025 untuk masa jabatan 2025–2030. Kemenangan mereka menjadi catatan tersendiri, menghadirkan dua figur dengan pengalaman panjang di luar daerah yang kembali untuk membangun TTU dengan perspektif baru.
Dalam perannya sebagai Wakil Bupati, Kamillus aktif mendorong penguatan tata kelola pemerintahan, termasuk dalam pembahasan berbagai rancangan peraturan daerah strategis seperti APBD dan reformasi kelembagaan.
Ia juga menaruh perhatian serius pada sektor pendidikan melalui kolaborasi lintas sektor dan inovasi program yang menyentuh langsung masyarakat. Selain itu, ia dipercaya memimpin satuan tugas program makan bergizi gratis (MBG), dengan komitmen memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan berkualitas.
Di sisi lain, keterlibatannya dalam kegiatan sosial dan budaya, termasuk peringatan hari jadi Kota Kefamenanu, memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.
Dengan karakter tegas, berani, dan berorientasi pada pelayanan publik, Wakil Bupati TTU Kamillus Elu menghadirkan gaya kepemimpinan yang mengedepankan profesionalisme dan transparansi.
Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa pengalaman nasional yang dipadukan dengan kecintaan terhadap daerah dapat melahirkan kepemimpinan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
3.21K
141