Senin, 20 Apr 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
7 Nama Nominasi Penulis Prolifik dan Berprestasi Satupena Sumbar Tahun 2026 Ditetapkan
Inspirasi Literasi Indonesia
Penulis: Meja Redaksi Lidah Rakyat
Sorot - 09 Apr 2026 - Views: 475
image empty
Ilustrasi lidahrakyat.com

LIDAHRAKYAT.COM-Dua bulan menjelang pelaksanaan International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4, Juni 2026 mendatang di Bukittinggi - Sumbar, Perkumpulan Penulis SatuPena Sumatera Barat menetapkan sejumlah nominasi untuk kategori Penulis Prolifik dan Penulis Berprestasi SatuPena Sumbar tahun 2026. Hasil keputusan dan penetapan tersebut dilakukan melalui rapat Dewan Juri yang berlangsung secara daring pada 7–8 April 2026.

Rapat yang berlangsung melalui pertemuan Zoom tersebut diikuti oleh sejumlah Dewan Juri yang terdiri atas Sastri Bakry (Ketua SatuPena Sumbar, sastrawati, budayawan, dan mantan birokrat), Armaidi Tanjung (Sekretaris SatuPena Sumbar, jurnalis, serta Penulis Berprestasi SatuPena Sumbar 2024), Saunir (Penulis Prolifik SatuPena Sumbar 2023, pensiunan dosen Universitas Negeri Padang dan mantan Wakil Rektor Universitas Mahaputra Muhammad Yamin), Yurnaldi (wartawan senior, sastrawan, budayawan, Penulis Berprestasi SatuPena Sumbar 2023), serta Leni Marlina (Penulis Berprestasi SatuPena Sumbar 2025, akademisi di FBS Universitas Negeri Padang, sastrawati).

“Nama-nama yang diusulkan merupakan anggota yang dinilai aktif menulis secara konsisten, baik melalui penerbitan buku, tulisan di media massa, maupun aktivitas literasi di berbagai ruang komunikasi komunitas, termasuk media sosial dan grup WhatsApp. Sejumlah nama juga diajukan karena memiliki capaian atau pengakuan dari lembaga di luar SatuPena,” kata Sastri Bakry.

Melalui pembahasan dan pertimbangan bersama, Dewan Juri menetapkan beberapa nama sebagai nominasi. Untuk kategori Penulis Prolifik, nominasi diberikan kepada Edrawati (Padang), Fredrik Tirtosuryo Esoputra (Padang Panjang) dan Meria Fitriwati (Pesisir Selatan). Sementara itu, pada kategori Penulis Berprestasi, nominasi diberikan kepada Anggun Gunawan (Jakarta, asal Pariaman), Dilla (Bukittinggi), Duski Samad (Padang), dan M. Isa Gautama (Padang).

Urutan nama dalam daftar nominasi tersebut disusun secara alfabetis dan tidak mencerminkan peringkat ataupun hasil penilaian akhir dari Dewan Juri.

“Selain itu dalam proses penilaian, Dewan Juri tidak hanya melihat jumlah tulisan atau mutu karya yang dihasilkan. Integritas pribadi, konsistensi dalam berkarya, serta kontribusi dalam kegiatan-kegiatan SatuPena Sumbar juga menjadi bagian penting dalam pertimbangan dewan juri,” tutur Leni Marlina.

Dari daftar nominasi tersebut, nantinya akan dipilih masing-masing satu orang penerima penghargaan untuk setiap kategori melalui keputusan resmi Dewan Juri. Penghargaan kepada para penerima di dua kategori direncanakan diserahkan pada 3 Juni 2026, bertepatan dengan Welcome Dinner IMLF ke-4 yang akan berlangsung di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Bukittinggi.

Dalam rapat dewan juri tersebut, Sastri Bakry mengemukakan "cukup banyak penulis di Sumatera Barat yang sebenarnya memiliki potensi untuk masuk dalam kategori penulis prolifik maupun penulis berprestasi. Namun sebagian di antaranya belum dapat dimasukkan dalam proses nominasi karena belum tercatat sebagai anggota resmi Perkumpulan Penulis SatuPena Sumbar, sehingga belum memenuhi persyaratan administrasi yang berlaku." Demikian Sastri Bakry menegaskan dan penegasan yang sama disampaikan oleh juri lainnya.

“Melalui proses ini diharapkan semangat berkarya di kalangan anggota SatuPena Sumbar semakin tumbuh dan berkembang. Pada saat yang sama, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kontribusi para penulis dalam memperkaya khazanah literasi di Ranah Minangkabau, Sumatera Barat khususnya, dan Indonesia pada umumnya,” kata Armaidi Tanjung mengakhiri.

Komentar (66)
surya herman
18 April 2026, 12:00 WIB
selamat untuk 7 penulis hebat yang masuk nominasi Penulis Prolifik dan Berprestasi Satupena Sumbar 2026. Ini bukti nyata bahwa Sumbar nggak pernah kehabisan talenta di bidang kepenulisan. Konsisten berkarya sampai diakui Satupena itu keren banget.<br /> <br /> Semoga nominasi ini jadi penyemangat buat para penulis lain untuk terus produktif dan melahirkan karya-karya bermutu. Sumbar memang gudangnya sastrawan dan penulis berbakat. Kita tunggu siapa yang akhirnya terpilih, tapi ketujuh nama ini sudah jadi pemenang karena dedikasinya.<br /> <br /> Satupena Sumbar berhasil jadi wadah apresiasi yang bikin ekosistem literasi makin hidup. Semoga ke depan makin banyak penulis muda Sumbar yang terinspirasi!
Dzaky Nicola
18 April 2026, 10:15 WIB
Memberikan penghargaan kepada penulis merupakan langkah krusial untuk menjaga nyala api literasi di tengah masyarakat, karena apresiasi ini menjadi validasi atas kerja intelektual yang mampu menginspirasi generasi muda untuk terus membaca dan berkarya. Dari sisi edukasi, penulis adalah arsitek pengetahuan yang mendokumentasikan pemikiran dan nilai-nilai luhur; dengan menghargai mereka, kita memastikan bahwa sumber belajar yang berbobot tetap tersedia untuk mencerdaskan karakter bangsa. Lebih jauh lagi, dalam ekosistem ekonomi kreatif, apresiasi terhadap penulis—terutama dalam bentuk perlindungan hak kekayaan intelektual—adalah investasi strategis yang menggerakkan roda industri, mengingat sebuah tulisan sering kali menjadi bahan baku utama bagi berbagai produk kreatif lainnya seperti film dan media digital. Dengan menempatkan penulis pada posisi yang terhormat, kita sebenarnya sedang membangun fondasi bagi peradaban yang cerdas secara intelektual sekaligus kuat secara ekonomi.<br /> -Dzaky Nicola 24086344(26 JJ P. KWU RB 1-2 G.M.T Lt 3 LM)
Hanifah Fauzi
18 April 2026, 07:39 WIB
1. Memberikan penghargaan kepada penulis itu penting karena hal itu mengakui kerja keras, kreativitas, dan kontribusi mereka kepada masyarakat. Menulis membutuhkan konsistensi, disiplin, dan dedikasi, sehingga apresiasi melalui penghargaan dapat memotivasi penulis untuk terus menghasilkan karya berkualitas. Hal ini juga menginspirasi penulis lain untuk meningkatkan keterampilan mereka dan lebih aktif di dunia sastra.<br /> <br /> 2. Selain itu, penulis saat ini memiliki banyak peluang untuk menjadi penulis-pengusaha. Mereka dapat menerbitkan buku mereka sendiri secara digital, mempromosikan karya mereka melalui media sosial, dan membangun merek pribadi. Dengan melakukan ini, penulis tidak hanya menciptakan karya sastra tetapi juga menghasilkan pendapatan dan memperluas pengaruh mereka. Ini menunjukkan bahwa menulis dapat menjadi jalur karier yang kreatif dan profesional. Hanifah Fauzi | Nama Group (26 JJ SN 4-6 EPR - BE2 LM)
Wulan febri
15 April 2026, 07:54 WIB
Mengapa perlu di adakan penghargaan bagi para penulis? <br /> Penghargaan bagi para penulis penting untuk mengapresiasi karya dan usaha mereka, sekaligus memotivasi agar terus berkarya. Selain itu, penghargaan mendorong peningkatan kualitas literasi, menginspirasi generasi muda, dan memperkuat perkembangan sastra maupun budaya bangsa. Dengan begitu, penulisan tidak hanya dihargai, tetapi juga bermanfaat bagi masyarakat secara luas.<br /> <br /> Wulan Febri Pratami Putri (26 JJ P. KWU RB 1-2 G.M.T Lt 3 LM)
Tazkiya suci wulandari
15 April 2026, 07:15 WIB
Penghargaan bagi para penulis perlu diadakan karena menjadi bentuk apresiasi atas karya, dedikasi, dan kontribusi mereka dalam mengembangkan literasi. Selain itu, penghargaan juga dapat meningkatkan motivasi penulis agar terus berkarya secara konsisten dan berkualitas. Melalui penghargaan tersebut, peran penulis dalam memperkaya khazanah ilmu pengetahuan dan budaya semakin diakui, sehingga mampu mendorong lahirnya lebih banyak karya yang bermanfaat bagi masyarakat luas.<br /> <br /> Adapun potensi dan peluang penulis untuk menjadi authorpreneur sangat besar, terutama di era digital saat ini. Para penulis yang produktif dan aktif tidak hanya dapat menghasilkan karya, tetapi juga membangun personal branding melalui media sosial, blog, atau penerbitan mandiri. Dengan dukungan jaringan, komunitas literasi, serta peluang kerja sama dengan berbagai pihak, penulis dapat memanfaatkan karyanya sebagai sumber penghasilan. Hal ini menunjukkan bahwa penulis tidak hanya berperan sebagai pencipta karya, tetapi juga dapat berkembang menjadi pelaku usaha kreatif yang mandiri.<br /> Nama: Tazkiya Suci Wulandari <br /> Grup: 26 JJ P. KWU RB 1-2 G.M.T Lt 3 LM