LIDAHRAKYAT.COM Dulu, pagi Super Tim PPG dimulai bukan dengan secangkir kopi, melainkan dengan deretan pesan yang menunggu di kirim. Jari jemari mereka menari diatas layar ponsel, mengetik pengingat demi pengingat: " jangan lupa lapor diri, segera kumpulkan RPL, tugas di MLS sudah memasuki masa tenggat, upload berkas UKIN hari ini juga."* Seolah menjadi alarm berjalan, mereka menyalakan semangat di tengah kesibukan yang tak bertepi. Namuny sering kali balasan yang datang hanyalah sunyi. Pesan mereka di baca, tapi tak di jawab. "Di, read doang," begitu kelakar mereka sambil menahan tawa getir. Tapi dibalik tawa itu, tersimpan ketulusan yang tak pernah pudar. Mereka tahu, tugas ini bukan sekedar rutinitas, melainkan bentuk cinta pada tanggung jawab. Mereka berlari, menelpon, men-tag, mengingatkan -- lagi dan lagi -- meski kadang hanya dijawab oleh hening yang panjang.
Waktu pun berjalan seperti angin yang membawa kabar baru. Kini, setelah semua mahasiswa itu resmi menyandang gelar guru prifesional, roda kehidupan berputar dengan cara yang lucu. Ponsel Super Tim kembali berdering, tapi kali ini bukan untuk mengingatkan, melainkan untuk menjawab pertanyaan yang datang bertubi-tubi. "kapan SerDik di cetak?, "bisa share filenya dulu?", "kapan SerDik bisa di ambil?."
WA mereka kini tak lagi sepi, notifikasi berdenting tanpa jeda, seperti hujan yang turun tanpa henti. Ironi yang manis -- mereka dulu yang mengejar, kini mereka yang di kejar. Hidup memang punya caranya sendiri untuk bercanda. Ia menukar peran, namun tetap menjaga keseimbangan.
Super Tim tersenyum. Mereka tahu, inilah bukti bahwa perjuangan mereka dulu tak sia-sia. Yang dulu diingatkan, kini sudah menjadi sosok yang siap menjemput hasil. Yang dulu diam, kini bersemangat menanyakan kabar. Hidup memang adil, hanya perannya saja yang bertukar. Dan di balik semua itu, tersimpan pelajaran berharga : bahwa setiap lelah, akan berganti berkah, setiap kejaran akan menemukan giliran. Super Tim PPG UIN KHAS Jember telah menulis kisahnya sendiri -- kisah tentang kesabaran, pengabdian, dan keindahan hidup yang berputar dalam irama yang sempurna.
*Penulis adalah Dewi Farah, Kontributor www.lidahrakyat.com dan Anggota Satupena Jawa Timur
3.05K
141