LIDAHRAKYAT.COM Dalam samudra luas ekonomi umat, ada satu kapal yang berlayar dengan layar keikhlasan dan kemudi visi keadilan. Kapal itu bernama BMT NU Jawa Timur dan nahkodanya adalah H. Masyudi Kanzilah. Sosok yang menahkodai bukan hanya lembaga, tetapi juga harapan ribuan insan yang mendambakan kesejahteraan berbasis nilai-nilai Syariah. Ia bukan sekedar pemimpin keuangan, melainkan penabur benih perubahan di ladang ekonomi umat.
Jalan Panjang H. Masyudi Kanzilah
Perjalanan H. Masyudi Kanzilah ibarat kisah matahari yang tak pernah lelah menebar cahaya. Dari langkah sederhana di tanah pesantren yang syarat nilai perjuangan, ia menapaki jalan panjang penuh liku. Dengan tangan yang bersahaja, namun berjiwa besar, ia menanamkan kepercayaan di hati masyarakat kecil. Menumbuhkan keyakinan bahwa ekonomi syariah bukan hanya konsep, melainkan jalan hidup yang membawa keberkahan.
Langkahnya tak selalu mulus. Ada badai regulasi yang mengguncang, ombak persaingan yang menggulung, dan karang ketidakpastian yang menghadang. Namun seperti perahu yang tak gentar di terpa gelombang, ia terus berlayar dengan keyakinan bahwa setiap tantangan adalah ujian kesungguhan. Dalam setiap kebijakan yang diambil, terselip do'a dan niat tulus untuk menegakkan prinsip keadilan, kejujuran dan kesejahteraan bersama.
Di bawah kepemimpinannya BMT NU JATIM menjelma menjadi mercusuar ekonomi umat. Ia menyalakan obor semangat koperasi syariah di tengah gelapnya ketimpangan ekonomi. Program pemberdayaan masyarakat, pembiayaan usaha mikro, hingga pelatihan literasi keuangan syariah menjadi bukti nyata dari perjuangannya. Ia menanamkan nilai ukhuwah dalam setiap transaksi, menumbuhkan semangat gotong royong dalam setiap kebijakan dan menegakkan prinsip syariah sebagai fondasi utama.
Koperasi Syariah Bukan Sekedar Lembaga Keuangan
H. Masyudi Kanzilah memandang koperasi syariah bukan sekedar lembaga keuangan, melainkan wadah perjuangan sosial. Ia percaya bahwa koperasi adalah jembatan antara idealisme dan realitas, antara nilai dan kebutuhan. Di tangannya BMT NU Jawa Timur bukan hanya tempat bertransaksi, tetapi juga tempat bertransformasi -- dari keterbatasan menuju kemandirian dan dari ketergantungan menuju keberdayaan.
Puncak dari perjalanan panjang itu adalah ketika H. Masyudi Kanzilah di nobatkan sebagai Tokoh Penggerak Koperasi Syariah Tingkat Nasional oleh Menteri Koperasi Republik Indonesia. Penghargaan itu bukan sekedar simbol prestasi, melainkan pengakuan atas dedikasi dan perjuangan panjang yang berakar dari niat suci. Seperti bintang yang bersinar di langit malam, penghargaan itu menjadi cahaya yang menuntun langkah lembaga-lembaga lain untuk menapaki jalan yang serupa. Namun, bagi H. Masyudi Kanzilah, penghargaan bukanlah akhir dari perjalanan. Ia hanyalah tanda bahwa perjuangan harus terus berlanjut. Dalam setiap senyum anggota koperasi yang terbantu, dalam setiap usaha kecil yang kembali hidup, disanalah letak penghargaan sejati. Ia percaya bahwa keberhasilan sejati bukan diukur dari piala yang terpajang, melainkan dari keberkahan yang mengalir di tengah masyarakat.
Kini, nama H. Masyudi Kanzilah dan BMT NU Jawa Timur bergema sebagai simbol kebangkitan ekonomi umat. Di balik gemuruh prestasi itu, berdiri sosok pemimpin yang menjadikan nilai-nilai Islam sebagai kompas, dan keikhlasan sebagai bahan bakar perjuangan. Ia bukan hanya sebagai Direktur Utama dalam struktur organisasi, tetapi juga direktur hati yang menuntun umat menuju kesejahteraan yang berkeadilan. Seperti embun yang menyejukkan pagi, kiprahnya menghadirkan kesejukan di tengah panasnya persaingan ekonomi modern. Ia membuktikan bahwa koperasi syariah bukan hanya sekedar sistem, melainkan nafas perjuangan umat. Dari Sumenep Madura Jawa Timur, semangat itu terus bergaung, menembus batas ruang dan waktu, menjadi inspirasi bagi seluruh negeri -- bahwa dengan iman, ilmu dan keikhlasan, ekonomi umat dapat tumbuh, berdaya, dan bermartabat.
*Penulis adalah Kontributor www.lidahrakyat.com medio, Madura, 2026
3.05K
141