Kamis, 15 Jan 2026
LidahRakyat | Aspirasi, Berani dan Aksi
Kisah Rusmini di Panggung Kemenag Awards 2026
Inspirasi Indonesia Maju
Penulis: Dewi Farah*
Sorot - 07 Jan 2026 - Views: 265
image empty
Dok. lidahrakyat.com

LIDAHRAKYAT.COM Di bawah cahaya lampu yang menari di langit panggung, nama Rusmini bergema seperti lantunan doa yang menembus cakrawala. Siang itu bukan sekedar perayaan penghargaan, melainkan pertemuan antara ketulusan dan takdir. Rusmini berdiri di sana, bukan sebagai bintang yang haus sorotan, melainkan sebagai pelita kecil yang menyala karena cinta dan pengabdian.

Ia datang dari tanah yang harum oleh doa, dari desa yang setiap subuhnya diselimuti oleh adzan dan desir angin pesantren. Disanalah Rusmini menanam benih pengabdian, menyiraminya dengan air kesabaran, dan menumbuhkannya menjadi pohon amal yang rindang. Ia bukan perempuan yang mengejar gemerlap dunia, melainkan penjaga cahaya yang menuntun banyak jiwa.

Ketika namanya disebut di panggung Kemenag Awards 2026, waktu seolah berhenti sejenak. Tepuk tangan bergemuruh, namun di balik senyum lembutnya, tersimpan lautan kenangan tentang perjuangan panjang. Ia teringat pada hari-hari ketika langkahnya harus menembus hujan dan debu, mengajar anak-anak di ruang sederhana, menyalakan api ilmu di tengah keterbatasan. Setiap peluhnya adalah mutiara, setiap lelahnya adalah doa yang menjelma cahaya.

Panggung itu menjadi saksi, bahwa kemuliaan tidak selalu lahir dari kemewahan. Rusmini membuktikan bahwa ketulusan adalah mahkota yang tak terlihat, namun sinarnya menembus hati siapa pun yang memandang. Ia berbicara dengan bahasa kasih, menulis kisahnya dengan tinta pengabdian. Dalam diamnya, ada gema yang lebih nyaring dari pidato; dalam langkahnya, ada makna yang lebih dalam dari sekedar penghargaan.

Malam itu, Rusmini bukan hanya sekedar menerima anugerah, tetapi juga menanamkan pesan abadi; bahwa pengabdian sejati tidak membutuhkan panggung, karena setiap hati yang tulus adalah panggungnya sendiri. Ia mengajarkan bahwa cahaya tidak pernah memilih tempat untuk bersinar -- bahkan di sudut paling gelap, ia tetap menebar terang.

Ketika tirai senja menutup acara, Rusmini melangkah turun dari panggung dengan langkah ringan. Namun jejaknya tertinggal di hati banyak orang. Seperti aroma bunga yang tak lekang oleh waktu. Kisahnya menjadi nyanyian lembut tentang cinta, ketulusan dan pengabdian yang tak kenal lelah.

Di panggung Kemenag Awards 2026, Rusmini bukan sekedar nama yang disebut, melainkan kisah yang hidup -- kisah tentang seorang perempuan yang menjahit cahaya dari benang keikhlasan, dan menenunnya menjadi selendang kemuliaan bagi umat dan negeri.

 

*Penulis adalah Kontributor www.lidahrakyat.com, Anggota Satupena Jawa Timur