LIDAHRAKYAT.COM—Timor Tengah Utara,— Penantian panjang selama lebih dari delapan dekade akhirnya berakhir bagi warga Dusun 4 Tainmetan, Desa Ainiut, Kecamatan Insana, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Untuk pertama kalinya, listrik hadir secara layak dan menjangkau rumah-rumah warga yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Momentum bersejarah itu terjadi pada Kamis, 26 Maret 2026, saat jaringan listrik resmi dinyalakan dan mulai beroperasi. Suasana haru dan bahagia menyelimuti warga yang berkumpul menyaksikan momen yang selama ini hanya menjadi harapan. Bagi masyarakat Tainmetan, listrik bukan sekadar fasilitas, melainkan simbol perubahan besar dalam kehidupan mereka. Setelah puluhan tahun hidup tanpa penerangan memadai, kini malam tidak lagi identik dengan kegelapan total.
Acara peresmian turut dihadiri oleh jajaran PLN Rayon Kefamenanu, termasuk Team Leader Pelayanan Pelanggan Marcella Claudia dan Team Leader Teknik Eko Rey Zangga, bersama perwakilan pemerintah kecamatan, pihak sekolah, pemerintah desa, serta masyarakat setempat. Dalam sambutannya, Marcella Claudia menyampaikan apresiasi atas peran aktif masyarakat yang telah mendukung proses pembangunan jaringan listrik hingga selesai. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam menghadirkan layanan dasar bagi masyarakat. Menurutnya, keterlibatan warga dalam setiap tahap pembangunan menjadi kunci keberhasilan proyek tersebut. Ia juga mengingatkan agar listrik yang telah tersedia dapat dimanfaatkan secara bijak sesuai kebutuhan.
Kepala Desa Ainiut, Richard Oktovan Taneo atau biasa disapa King Richard mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas terwujudnya impian warganya. Ia menyebut hadirnya listrik sebagai bentuk nyata dari kemajuan yang selama ini diperjuangkan bersama. Ia menilai, akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi pendidikan, ekonomi, maupun kesejahteraan sosial.
"akses listrik merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang kualitas hidup masyarakat, baik dari sisi pendidikan, ekonomi, maupun kesejahteraan sosia" jelas Ricard
Lebih lanjut, Richard menegaskan bahwa pemerintah desa tidak akan berhenti pada pencapaian ini. Pihaknya telah menyiapkan langkah lanjutan untuk mendorong pembangunan sektor lain yang masih tertinggal.
Ia menyebutkan bahwa penyediaan air bersih dan perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas berikutnya, mengingat kondisi wilayah Tainmetan yang berada di kawasan perbatasan dan membutuhkan perhatian khusus. Selama ini, kata Richard, aspirasi terkait listrik selalu menjadi pembahasan utama dalam forum Musyawarah Desa maupun Musrenbang tingkat kecamatan.
Hal tersebut diatas menunjukkan betapa mendesaknya kebutuhan listrik bagi warga. Di sisi lain, tokoh pemuda setempat, Yohanes Bate, menilai kehadiran listrik akan membawa dampak signifikan terhadap perkembangan desa. Ia optimistis aktivitas ekonomi masyarakat akan meningkat seiring terbukanya peluang usaha baru. Selain itu, ia juga menyoroti dampak positif bagi dunia pendidikan. Dengan adanya listrik, anak-anak kini memiliki kesempatan belajar pada malam hari dengan lebih nyaman dan efektif.
Yohanes mengenang masa lalu ketika warga hanya mengandalkan penerangan terbatas dari tenaga surya. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat sangat terbatasi, terutama saat malam tiba. Kini, perubahan nyata mulai dirasakan. Rumah-rumah warga telah terang, dan harapan akan masa depan yang lebih baik semakin terbuka. Meski demikian, masyarakat tetap berharap pemerintah dapat melanjutkan pembangunan, khususnya dalam penyediaan air bersih dan perbaikan jalan yang masih rusak.
3.25K
141